Guru di Jambi Dikeroyok Siswa

Hilang Usai Insiden Pengeroyokan, Guru Agus Ternyata Laporkan Kepsek dan Guru Lain

Usai melaporkan siswa yang mengeroyok dirinya, Agus juga melaporkan kepala sekolah dan sejumlah guru lain.

Tayang:
Editor: Refly Permana
Tangkapan layar Instagram
LAPORKAN KEPALA SEKOLAH - Agus Saputra, guru honorer di Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi yang menjadi korban pengeroyokan siswanya sendiri. Kini setelah laporkan siswa, Agus polisikan kepala sekolah. 

Ringkasan Berita:
  • Usai melaporkan siswa yang menganiaya dirinya, Agus juga melaporkan kepala sekolah dan sejumlah guru lain di tempat dirinya mengajar.
  • Agus mengaku ia selama ini kerap mendapat perlakuan tidak mengenakkan dari sejumlah murid di sekolahnya.
  • Agus mengungkap adanya intimidasi yang membuat para guru menutupi perilaku siswanya.

 

SRIPOKU.COM - Kabar terbaru dari Agus Saputra, guru Bahasa Inggris di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi.

Usai melaporkan siswa yang mengeroyok dirinya, Agus juga melaporkan kepala sekolah dan sejumlah guru lain di tempat ia mengajar.

Agus kecewa karena selama kasus ini berlangsung sama sekali tidak ada dukungan dari kepala sekolah dan ekan-rekan sesama guru.

Ia merasa, kepala sekolah dan rekannya sesama guru bersikap pasif selama konflik berlangsung.

Baca juga: Guru Agus yang Dikeroyok Siswa Hilang tak lagi di Sekolah, 2 Kali Mediasi Gagal Proses Hukum Jalan

Ia menyebut pihak sekolah melakukan pembiaran sehingga kasus ini berlarut-larut.

"Karena saya menuntut keadilan di sini, sudah dibicirakan secara musyawarah, namun mereka membiarkan hal ini berlanjut," ungkapnya, mengutip Tribunnews.com Selasa (20/1/2026).

Menurutnya, pihak sekolah sudah mengetahui soal perundungan yang dialaminya oleh siswa selama ini.

Sebelumnya, Agus mengaku mendapat perundungan dari para siswa di sekolah tersebut selama bertahun-tahun.

Agus menduga sikap bungkam kepala sekolah dan rekannya itu karena alasan keamanan.

"(Pihak sekolah sudah tahu perundungan berlangsung lama) tapi mereka memang membungkam karena topologi atau geografis penduduk, mereka tinggal di sana," jelasnya.

Ia merasa menjadi satu-satunya guru yang bersikap kritis dan vokal dalam membentuk karakter siswa.

Hal itu justru membuatnya dianggap sebagai beban atau ancaman bagi ketenangan semu di lingkungan tersebut.

"Mereka menjaga mulut dan telinga mereka agar tidak terlalu seperti saya, saya satu-satunya orang yang di sana, terlalu vokal mungkin dianggap atau terlalu kritis membentuk karakter mereka menjadi lebih baik, sehingga mereka merasa ini tidak perlu."

"Namun kenyataannya di lapangan mereka membiarkan ini berlarut-larut," tandasnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
1 - 0
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
Live
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved