Kata Purbaya KDM Dikibuli Anak Buah, Sekda Jabar Jadi Korban?

Gubernur Jawa Barat tersebut langsung menemui seorang anak buahnya setelah pernyataan Menkeu bahwa dirinya dikibuli anak buah.

Tayang:
Editor: Refly Permana
Tribunnews.com/Igman Ibrahim
TEMUI SEKDA - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dalam acara Gelaran Safari Budaya Kang Dedi Mulyadi (KDM) di Lapangan Garuda, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jumat (30/6/2023) malam. KDM menemui Sekda Jabar untuk memastikan kebenaran data soal dana yang sudah digunakan Pemprov Jabar untuk menjawab tudingan Menteri Keuangan Purbaya Yudh Sadewa terkait dana mengendap. 

Ringkasan Berita:1. Sikap tegas Dedi Mulyadi soal pernyataan Purbaya bahwa ada kemungkinan Gubernur Jawa Barat dikibuli anak buah soal dana mengendap.
2. Reaksi Sekda Jabar saat Dedi melontarkan ancaman pemecatan jika memang ada data yang disamarkan.
3. Total dana mengendap di pemprov dan pemkab yang dipaparkan Menkeu berdasarkan data dari Bank Indonesia.

SRIPOKU.COM - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menilai Dedi Mulyadi kemungkinan besar dikibuli anak buahnya soal dana mengendap di bank.

Mendengar hal tersebut, Gubernur Jawa Barat tersebut langsung menemui seorang anak buahnya, yakni Herman Suryatman yang tak lain adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jabar.

Dedi lantas mengancam Herman dipecat andaikata ada data yang tidak benar disampaikan kepada dirinya.

Dilansir dari video TikTok Dedi Mulyadi pada Rabu (22/10/2025) pagi, Gubernur tersebut tampak melakukan perjalanan bersama Sekda Jabar Herman Suryatman untuk melakukan klarifikasi.

Baca juga: Reaksi Dua Gubernur Soal Tuduhan Purbaya Dana Mengendap, Menantu Jokowi Bantah, KDM Murka

"Kami mau jalan nih ke Kemendagri untuk melakukan pemaparan pengelolaan keuangan daerah Provinsi Jawa Barat. Kemudian, kami juga akan ke BI atau bank sentral," ujar Dedi.

Ia secara spesifik menyoroti angka yang disebut Menkeu.

"Kan di paparan Pak Menkeu tanggal 17 Oktober yang bersumber dari data BI pada 15 Oktober itu kan di situ ada Pemda Jabar masih memiliki uang sebesar Rp4,1 triliun tersimpan di giro dan deposito," sambung Dedi Mulyadi.

Di tengah perjalanan, Dedi Mulyadi menagih kejujuran Sekda Herman, yang bertanggung jawab atas pengelolaan kas daerah.

"Bapak harus jujur sama saya, tanggal 15 Oktober uang kita ada berapa?" cecar Dedi Mulyadi.

"Rp2,62 triliun di RKUD (Rekening Kas Umum Daerah) Pak," jawab Herman Suryatman dengan mantap.

Herman juga memastikan bahwa tidak ada uang Pemprov Jabar lainnya yang tersimpan di luar giro Bank Daerah, selain persediaan kas di RKUD.

Baca juga: Purbaya Sebut KDM Dikibulin Anak Buah, Soal Dana Pemprov Mengendap di Bank

Puncak ketegangan terjadi ketika Dedi Mulyadi melontarkan ancaman.

"Kalau kemudian nanti di BI ternyata tanggal 15 Oktober ada uang Rp4,1 triliun, berarti Bapak berbohong sama saya, berbohong juga pada rakyat Jabar. Konsekuensinya, Bapak saya berhentikan," tegas Gubernur.

Tanpa gentar, Herman Suryatman langsung menyatakan kesiapan dan tanggung jawabnya.

"Siap, Pak. Sebelum Bapak berhentikan, saya siap mengundurkan diri," balas Herman, menunjukkan komitmennya terhadap integritas data keuangan daerah.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved