Pelajar Nyaris Telan Ulat Hingga Jangkrik Saat Santap MBG, Dinkes Sebut Bukan Kejadian Luar Biasa
Ada temuan ulat hingga jangkrik dalam paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima oleh siswa SMPN 2 Sewon.
SRIPOKU.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta sudah melakukan peninjauan langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sewon pada Rabu (3/9/2025).
Langkah ini diambil menyusul adanya laporan penemuan ulat hingga jangkrik dalam paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima oleh siswa SMPN 2 Sewon.
Hasilnya, Dinkes menyebut prosedur pengolahan makanan MBG sudah sesuai standar.
Sementara aneka serangga tersebut diduga berasal dari bahan baku yang kurang terkontrol.
Temuan berupa telur lalat dan jangkrik di program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 2 Sewon, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, memicu respons cepat dari pihak berwenang.
Temuan pertama terjadi pada Rabu (27/8/2025), ketika ditemukan ulat sayur yang sudah matang dalam satu porsi makanan.
Baca juga: Kondisi Terkini 80 Siswa SD dan SMP di OKI Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Ada yang Masih Dirawat
Keesokan harinya, pada Kamis (28/8/2025), ditemukan benda seperti telur lalat di daging ikan dori.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berjanji akan menindaklanjuti insiden tersebut.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, Nugroho Eko Setyanto, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi terkait temuan tersebut.
Dikpora Bantul hari ini langsung menindaklanjuti dengan mengundang kepala sekolah dan kepala SPPG.
"Hari ini ada 1 ompreng, salah satu menunya ada jangkriknya. Jangkrik ada di dalam tahu goreng ketika dibelah salah satu anak (ditemukan jangkrik) sudah termasak," kata Nugroho saat dihubungi wartawan melalui telepon Selasa (2/9/2025).
Sementara itu, Elina Chrisniati selaku Kepala Seksi (Kasi) Surveilans, Imunisasi dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Bantul mengatakan prosedur pengolahan sudah sesuai standar.
"Tetapi mungkin karena banyak (bahan baku yang diolah). Sehingga kemungkinannya memang dari bahannya sudah ada unsur itu," kata Elina, kepada wartawan di Bantul, Rabu (3/9/2025).
Dari temuan itu, Dinkes Bantul menyarankan SPPG Sewon memperketat bahan baku yang digunakan.
Harapannya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Baca juga: Kronologi Kejadian dan Dugaan Penyebab Keracunan Siswa di Pedamaran Usai Santap Menu MBG Ayam Suwir
Selain itu kejadian tersebut bukan kejadian luar biasa, karena tidak semua sekolah penerima MBG dari SPPG Sewon mendapati binatang.
"Sifatnya bukan kejadian luar biasa, karena parsial sifatnya satu titik dan karena dari bahan yang diterima," kata Elina.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com berjudul : Ada Ulat hingga Telur Lalat di Piring MBG, Dinas Kesehatan Bantul Sidak SPPG Sewon
| Respon Cepat BGN dan SPPG di Ogan Ilir Soal Tahu Berjamur di SMPN 2 Rantau Alai, Jadi Bahan Evaluasi |
|
|---|
| NASIB Wakil Bupati Pidie Jaya Hasan Basri Usai Tempeleng Ketua SPPG MBG, Sudah Minta Maaf Dilaporkan |
|
|---|
| Detik-detik Wartawan Dicekik saat Liput Dapur MBG di Jaktim yang Diduga Penyebab Siswa Keracunan |
|
|---|
| DEMO Emak-emak Peduli MBG Pasca Banyak Siswa Keracunan, Sampaikan 5 Tuntutan Ini 'Evaluasi Total' |
|
|---|
| FAKTA Guru akan Terima Insentif Rp100 Ribu per Hari Tugas Baru Kelola MBG, Ini Penjelasan Pihak BGN |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ulatmbg.jpg)