Demo di Berbagai Wilayah Indonesia

Tiga Nama yang Dicari-cari Pendemo di Depan Gedung DPR, Puan Ditantang Keluar dari 'Sarang'

Demonstran di depan gedung DPR RI tak hent-henti meneriakkan nama tiga anggota DPR RI untuk segera menemui mereka.

|
Editor: Refly Permana
(KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)
Massa demo yang menjebol gerbang DPR mencari-cari keberadaan tiga anggota DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (29/8/2025). 

SRIPOKU.COM - Tiga nama anggota DPR RI terus disebut-sebut oleh pendemo di depan gedung DPR RI, Jumat (29/8/2025).

Mereka meminta, tiga anggota DPR RI tersebut keluar.

"Woi pejabat-pejabat yang joget. Mana lu Uya Kuya, Eko Patrio, Sahroni?" seru para demonstran. 

Lalu, para demonstran menagih janji bahwa pintu DPR bakal dibuka lebar-lebar buat rakyat. 

Mereka pun menyebut janji Ketua DPR Puan Maharani hanya janji palsu.

"Puan, dibuka yok lebar-lebar pintu DPR. Mana janjinya Puan yang bilang pintu dibuka lebar-lebar? Janji palsu," ucap mereka.

Baca juga: Demo di Depan Gedung DPRD Jabar Memanas, Aset MPR Dibakar Massa Buntut Rantis Brimob Lindas Ojol

Demo ini diduga dipicu karena sejumlah anggota DPR RI dinilai tidak memberikan pernyataan yang pas terkait gaji dan tunjangan mereka.

Misal, Nafa Urbach yang menjelaskan soal tunjangan rumah senilai Rp 50 juta per bulan agar anggota DPR RI bisa mengontrak rumah di sekitar gedung DPR.

Publik menilai Nafa gagal membaca situasi lewat pernyataannya itu hingga akhirnya meminta maaf. 

Kemudian, muncul pernyataan pedas Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, kepada publik yang mengkritik DPR. 

Sahroni melontarkan kalimat yang kian memperkeruh suasana ketika menanggapi seruan “Bubarkan DPR” di media sosial. 

Baca juga: REAKSI Puan Maharani soal Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob saat Demo dan Anggota DPR RI Pilih WFH

“Catat nih, orang yang cuma mental bilang ‘bubarin DPR’, itu adalah orang tolol se-dunia,” ujarnya dalam kunjungan kerja di Medan, Jumat (22/8/2025).

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), menilai bahwa pernyataan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang asal bicara menjadi penyebab utama demo pecah sejak Senin (25/8/2025) hingga hari ini. 

Oleh karenanya, ia meminta anggota dewan sebagai wakil rakyat untuk tidak berbicara sembarangan ketika menanggapi kritik dan keresahan masyarakat akibat sejumlah kebijakan. 

"Jangan bicara asal-asal dan jangan menghina masyarakat. Ini semua yang menjadi penyebab daripada masalah," kata Jusuf Kalla dalam keterangan resmi dalam sebuah video yang disampaikan kepada Kompas.com, Jumat (29/8/2025).

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved