Driver Ojol Tewas Dilindas

CERITA dari Jaket Koyak dan Sepatu Lusuh, Saksi Bisu di Balik Tragedi Ojol Terlindas Rantis Brimob

Saya sangat menyesali insiden yang terjadi, dan mohon maaf sebesar-besarnya atas insiden ini,” ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Editor: Yandi Triansyah
TRIBUNJAKARTA.COM/Dionisius Arya Bima Suci
JAKET MILIK AFFAN - Keluarga Affan Kurniawan tampak memperlihatkan jaket ojol yang digunakan almarhum saat insiden mau yang merenggut nyawanya. Kesedihan mendalam dirasakan keluarga Affan Kurniawan, di rumahnya keluarga memperlihatkan barang terakhir yang dikenakan Affan. 

SRIPOKU.COM, JAKARTA – Di sebuah rumah sederhana di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, waktu seakan berhenti.

Tak ada lagi canda tawa Affan Kurniawan (21), pemuda yang setiap hari berjuang di jalanan Ibu Kota demi sesuap nasi. 

Yang tersisa hanyalah duka pekat dan benda-benda mati yang kini bercerita lebih nyaring dari seribu kata.

Seorang anggota keluarga dengan tangan bergetar membuka sebuah kantong plastik hitam.

Dari dalamnya, ia mengeluarkan satu per satu harta terakhir milik Affan, seragam tempurnya di belantara aspal Jakarta.

Pertama, sehelai jaket ojek online berwarna hijau. Warna cerah yang dulu menjadi simbol harapan dan kerja keras itu kini ternoda.

Kainnya koyak di beberapa bagian, berpadu dengan bercak noda hitam yang menjadi rekaman bisu detik-detik terakhir hidupnya.

Jaket itu bukan lagi sekadar pakaian, melainkan kanvas sebuah tragedi.

Kemudian, sepasang celana panjang hitam yang juga robek, menjadi saksi betapa kerasnya benturan yang dialami Affan pada Jumat (28/8/2025) malam itu.

Dan terakhir, sepasang sepatu putih yang tampak lusuh. Sepatu yang telah menemaninya menempuh ribuan kilometer, mengantar pesanan demi pesanan, kini tergeletak diam, tak akan pernah lagi ia kenakan.

Setiap barang yang dibentangkan seolah memutar kembali kenangan. Jaket itu adalah tameng Affan dari terik dan hujan.

Sepatu itu adalah fondasinya dalam mengejar impian. Malam itu, ia sedang menunaikan tugasnya seperti biasa mengantar pesanan makanan untuk pelanggan ketika sebuah kendaraan taktis Brimob yang melaju kencang di Pejompongan merenggut semuanya dalam sekejap.

Barang-barang pribadi ini kini menjadi bukti paling personal dari sebuah kehilangan. Jauh lebih kuat dari sekadar berita acara pemeriksaan.

Di setiap sobekan kain dan sol sepatu yang usang, tersimpan cerita tentang seorang anak, seorang tulang punggung keluarga, yang hidupnya berakhir di bawah roda kendaraan aparat.

Di tempat lain, permohonan maaf telah terucap dari pucuk pimpinan tertinggi kepolisian.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved