Berita Palembang

Tips Hadapi Gejolak Ekonomi di Indonesia, Prof Maya Dorong Diversifikasi Usaha Berbasis Lokal

Masyarakat perlu memahami kondisi ekonomi yang sedang terjadi dan menyesuaikan strategi keuangan sesuai dengan kondisi masing-masing.

Tayang:
Penulis: Arief Basuki | Editor: Odi Aria
Kompas.com/ Totok Wijayanto
ILUSTRASI UANG- Pakar ekonomi Sumsel, Prof. Dr. Maya Panorama memberikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang disebut telah menembus Rp18.000 per dolar AS. 
Ringkasan Berita:
  • ASN diminta mengatur keuangan dengan memprioritaskan pangan dan pendidikan serta mulai belajar investasi yang likuid
  • Pelaku usaha disarankan melakukan diversifikasi berbasis potensi lokal dan mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor
  • Pengangguran didorong tetap optimistis, meningkatkan keterampilan, dan memanfaatkan peluang kerja atau usaha yang belum banyak digarap

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Pakar ekonomi Sumsel, Prof. Dr. Maya Panorama memberikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang disebut telah menembus Rp18.000 per dolar AS.

Menurut Prof Maya, masyarakat perlu memahami kondisi ekonomi yang sedang terjadi dan menyesuaikan strategi keuangan sesuai dengan kondisi masing-masing.

Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), ia menekankan pentingnya pengelolaan keuangan rumah tangga secara bijak dengan mengutamakan kebutuhan yang paling mendesak, terutama pangan dan pendidikan.

“PNS harus mampu mengatur keuangan, kebutuhan paling urgent adalah pangan dan pendidikan. Mulai belajar cara investasi liquid,” ujar Prof Maya, Jumat (12/6/2026).

Selain itu, Prof Maya menyarankan ASN mulai mempelajari instrumen investasi yang likuid agar memiliki cadangan dana yang mudah dicairkan ketika diperlukan.

Sementara bagi pelaku usaha, Prof Maya mendorong diversifikasi usaha dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya lokal. Langkah tersebut dinilai dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor yang rentan terdampak pelemahan rupiah.

“Wiraswasta: diversifikasi pada usaha basis kekayaan lokal. Hindari produksi yang bahan bakunya impor. Menekan jalur distribusi hulu ke hilir,” katanya.

Ia menambahkan, efisiensi rantai distribusi juga perlu dilakukan agar biaya produksi dapat ditekan dan daya saing usaha tetap terjaga di tengah tekanan ekonomi.

Di sisi lain, Prof Maya juga memberikan motivasi kepada masyarakat yang belum memiliki pekerjaan. Ia meminta para pencari kerja untuk tetap optimistis dan terus meningkatkan kemampuan diri, baik hard skill maupun soft skill.

Menurutnya, peluang tetap tersedia bagi mereka yang mau belajar, menguasai kemampuan dasar, dan berani masuk ke bidang usaha atau pekerjaan yang belum banyak diminati.

“Pengangguran harus tetap optimis, gunakan kemampuan seperti soft skill yang ada. Pantang menyerah, belajar memanfaatkan peluang di mana orang enggan masuk ke bidang itu. Kuasai kemampuan dasar,” pungkasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
Live
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved