Berita Kriminal Palembang

RS Bhayangkara Palembang Buka Suara Soal Curanmor di Parkiran, Bantah Rekaman CCTV Mati

RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang mengonfirmasi kasus curanmor motor Honda Revo milik pengunjung di parkiran belakang pada 28 Mei 2026.

Tayang:
Editor: tarso romli
Sripoku.com/handout/tidak ada
TEREKAM CCTV - Tangkapan layar rekaman kamera pengawas (CCTV) di lingkungan Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang yang memperlihatkan seorang pria misterius membawa kabur sepeda motor milik salah satu pengunjung, Senin (8/6/2026). Pihak manajemen rumah sakit membantah rumor bahwa fasilitas CCTV di area komersial mereka mati total saat kejadian.  

Ringkasan Berita:
  • RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang mengonfirmasi kasus curanmor motor Honda Revo milik pengunjung di parkiran belakang pada 28 Mei 2026.
  • Pihak RS membantah isu CCTV mati total; rekaman kamera pengawas di jalur keluar justru berhasil merekam jelas wajah pelaku yang mengenakan helm.
  • Area parkir gratis tersebut diketahui berdiri di atas lahan sengketa. Antisipasi ke depan, RS Bhayangkara akan segera memasang kembali portal keamanan.

 


SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Pihak Manajemen Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Moh Hasan Palembang akhirnya angkat bicara terkait keluhan seorang pengunjung wanita yang menjadi korban pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di area parkir belakang rumah sakit. Pihak rumah sakit menegaskan bahwa sistem kamera pengawas (CCTV) di lingkungan mereka tidak mati total seperti yang diisukan.

Kassubag Was Internal RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kompol Hamdanil Azmi, membenarkan adanya insiden hilangnya sepeda motor milik salah satu pengunjung pada Kamis (28/5/2026) lalu.

Kasus ini pun kini sudah ditangani oleh pihak berwajib.

"Benar, memang ada kejadian tersebut pada pekan lalu. Korban juga sudah membuat laporan resmi ke Mapolsek Kemuning," ujar Kompol Hamdanil saat memberikan konfirmasi, Senin (8/6/2026).

Baca juga: Bandit Curanmor Palembang Cuek Terekam Kamera CCTV, Gasak Motor di Parkiran Alfamart Jakabaring

Menanggapi kabar yang beredar bahwa seluruh CCTV di area kejadian dalam kondisi mati, Hamdanil langsung memberikan bantahan. 

Ia menjelaskan bahwa salah satu kamera pengawas justru berhasil merekam dengan jelas detik-detik saat pelaku membawa kabur sepeda motor milik korban.

"Rekaman CCTV ada dan sudah kami perlihatkan. Pihak Polsek Kemuning juga kemarin sudah melakukan konfirmasi ulang ke sini. Di dalam rekaman, terlihat seorang laki-laki mengenakan helm membawa sepeda motor Honda Revo milik korban keluar dari lingkungan rumah sakit," jelasnya.

Meski demikian, ia tidak menampik jika ada satu titik kamera di dekat posisi korban memarkirkan kendaraannya yang sempat mengalami gangguan teknis.

"Mungkin khusus di titik tempat korban parkir saat itu kameranya sempat mati karena jaringan sistem CCTV-nya sedang drop. Namun, kamera di titik atau jalur lain masih berfungsi dengan sangat bagus dan merekam pergerakan pelaku. Nanti akan kami perlihatkan rekamannya," tutur Hamdanil.

Lahan Parkir Sedang Bersengketa

Lebih lanjut, Hamdanil membeberkan akar kendala pengamanan di area parkir belakang tersebut.

Lahan yang digunakan sebagai tempat parkir kendaraan roda dua itu saat ini statusnya sedang dalam sengketa hukum.

"Kendalanya adalah lahan di sebelah sana itu sedang bersengketa. Ada permintaan khusus dari pemilik tanah agar kendaraan pengunjung yang masuk ke area tersebut tidak boleh ditarik biaya parkir (gratis). Padahal kalau dulu, pengelolaan parkir di sana dipegang dan dijaga oleh pihak ketiga," ungkapnya.

Guna mengantisipasi agar kasus serupa tidak terulang kembali, pimpinan RS Bhayangkara Palembang telah menginstruksikan jajarannya untuk segera memasang kembali portal pengamanan di jalur keluar-masuk.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved