Tabrakan Beruntun di Cinde
Korban Tewas Kecelakaan Beruntun di Cinde Palembang Bertambah, Dua Orang Meninggal Dunia
Mobil tersebut menabrak dua sepeda motor, salah satu motor ditumpangi satu keluarga yang berbonceng tiga.
Ringkasan Berita:
- Korban meninggal dunia dari peristiwa lakalantas yang terjadi di Jalan Jenderal Sudirman bawah stasiun LRT Pasar Cinde Palembang, Sumatera Selatan bertambah satu orang
- Adalah Korban yang bernama Ahmad Ridwan (53) sopir angkot warga Jalan Lingkar Selatan, Desa Ibul Besar 3, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir
- Sebelumnya, kecelakaan beruntun terjadi pada hari Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Kecelakaan itu melibatkan mobil Fortuner BG 1856 UP yang dikemudikan Ahmad Nasuhi (60)
SRIPOKU.COM, PALEMBANG- Korban meninggal dunia dari peristiwa lakalantas yang terjadi di Jalan Jenderal Sudirman bawah stasiun LRT Pasar Cinde Palembang, Sumatera Selatan bertambah satu orang.
Adalah Korban yang bernama Ahmad Ridwan (53) sopir angkot warga Jalan Lingkar Selatan, Desa Ibul Besar 3, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir.
Sebelumnya, kecelakaan beruntun terjadi pada hari Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Kecelakaan itu melibatkan mobil Fortuner BG 1856 UP yang dikemudikan Ahmad Nasuhi (60).
Mobil tersebut menabrak dua sepeda motor, salah satu motor ditumpangi satu keluarga yang berbonceng tiga.
Korban bernama Devi Yanto (39) meninggal tak lama setelah dirawat di rumah sakit, karena mengalami pendarahan di perut, paha dan rusuknya patah.
Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Palembang Iptu Hermanto mengatakan Ahmad Ridwan meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Muhammad Hoesin.
"Korban yang sopir angkot meninggal dunia di Rumah Sakit. Semalam sekitar pukul 21.00 WIB kami dapat kabar dari pihak rumah sakit," ujar Hermanto, saat dikonfirmasi, Sabtu (6/6/2026).
Dalam rangkaian peristiwa lakalantas beruntun itu angkot yang dikemudikan Ahmad Ridwan kena terakhir di bagian belakang. Akibat benturan dengan mobil Fortuner, korban sempat mengeluh sakit di bagian dada.
"Pasca kejadian korban mengeluh sakit dada, lalu dibawa ke rumah sakit," katanya.
Sementara itu, dari pemeriksaan penyidik terhadap sopir Fortuner dia mengaku kalau salah injak pedal pada saat kejadian sehingga kendaraan tetap melaju ke depan.
"Dari pengakuan sopir Fortuner, katanya dia pada saat mau ngerem malah terinjak gas. Tapi itu masih kami dalami lagi dan menghimpun keterangan saksi-saksi lagi," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/tabrakanberuntuncinde.jpg)