Anak Isap Lem di Jembatan Ampera
Upaya Pemkot Palembang Selamatkan Anak-anak Ngelem Aibon di Jembatan Ampera
Sementara itu, satu anak lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan di lapangan.
Penulis: Arief Basuki | Editor: Yandi Triansyah
Ringkasan Berita:
- Dinsos Palembang melakukan pembinaan terhadap anak-anak jalanan yang kedapatan menghirup lem (ngelem) di kawasan Jembatan Ampera.
- Langkah ini diambil setelah video memprihatinkan yang memperlihatkan aksi anak-anak tersebut viral di media sosial sejak akhir pekan Mei 2026.
- Dari dua anak yang berada di dalam video viral tersebut, satu anak bernama Aprizal telah berhasil diamankan bersama keluarganya di Gang Pulau.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang bergerak cepat melakukan pembinaan terhadap anak-anak jalanan yang kedapatan menghirup lem (ngelem) di kawasan Jembatan Ampera.
Langkah ini diambil setelah video memprihatinkan yang memperlihatkan aksi anak-anak tersebut viral di media sosial sejak akhir pekan Mei 2026.
Kepala Dinsos Kota Palembang, M. Raimon Lauri, mengungkapkan bahwa dari dua anak yang berada di dalam video viral tersebut, satu anak bernama Aprizal telah berhasil diamankan bersama keluarganya di Gang Pulau.
Sementara itu, satu anak lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan di lapangan.
"Berdasarkan hasil penelusuran, kedua anak tersebut sehari-hari mendapatkan uang dari hasil meminta-minta di jalanan. Aktivitas di jalanan itu pula yang membuat mereka terkontaminasi oleh lingkungan serta teman sebaya, hingga akhirnya terjerumus dalam kebiasaan menghisap lem," kata Raimon, Senin (1/6/2026).
Mengingat usia korban yang masih di bawah umur, petugas telah memulangkan Aprizal kepada pihak keluarganya.
Proses pengembalian ini langsung diikuti dengan asesmen mendalam yang melibatkan Dinsos Palembang, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), serta Sentra Budi Perkasa dari Kementerian Sosial.
Tim terpadu tersebut dijadwalkan meninjau lokasi hari ini guna menyalurkan bantuan logistik dan stimulan.
Sebagai penanganan jangka panjang, Pemerintah Kota Palembang akan mengedepankan pendekatan persuasif dan edukasi agar pihak keluarga memperketat pengawasan terhadap anak mereka.
Selain itu, Dinsos bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait berkomitmen memenuhi kebutuhan dasar korban, termasuk memfasilitasi agar anak tersebut dapat mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat.
"Jadi masih kita pantau terus meski sudah dilakukan pembinaan dari OPD," pungkas Raimon.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/lem-aibon-Ampera-2026.jpg)