Pergi Ilegal, Kendala BP3MI Sumsel Bantu Pulangkan Warga Muara Enim yang Tertahan di Kamboja
Seorang warga Muara Enim bernama Okta tertahan di Kamboja dan diminta membayar Rp55 juta untuk pulang.
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Refly Permana
Ringkasan Berita:
- Okta menjadi korban penipuan lowongan kerja yang awalnya dijanjikan bekerja di Thailand.
- BP3MI Sumatera Selatan mengonfirmasi bahwa pemerintah hanya memfasilitasi dokumen, bukan biaya tiket kepulangan.
- Ribuan WNI dilaporkan masih tertahan di Kamboja akibat keberangkatan nonprosedural untuk bekerja di sektor ilegal.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang warga asal Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan (Sumsel) bernama Okta mengaku tidak bisa pulang ke Indonesia setelah berada di Kamboja selama 3 bulan terakhir.
Okta mengaku terkendala biaya kepulangan karena diminta membayar puluhan juta rupiah.
Dalam video tersebut, Okta menceritakan awalnya dirinya ditawari pekerjaan di Thailand sebagai pekerja elektronik.
Namun, sesampainya di luar negeri, ia justru dibawa ke Kamboja.
Okta mengaku visa dan paspornya ditahan. Jika ingin pulang ke Indonesia, ia diminta membayar sekitar Rp55 juta.
Baca juga: Viral Seorang Warga Muara Enim Ngaku Jadi Korban Penipuan Kerja di Kamboja, Minta Bantu Dipulangkan
Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Selatan, Waydinsyah, membenarkan adanya laporan tersebut.
“Kendalanya sama seperti kasus-kasus sebelumnya, yakni biaya untuk kembali ke tanah air. Memang kendala terbesar saat ini adalah biaya,” kata Waydinsyah saat dikonfirmasi Sripoku.com, Rabu (28/5/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah pusat melalui Kementerian Luar Negeri dan perwakilan RI di luar negeri hanya dapat memfasilitasi dokumen perjalanan serta proses kepulangan, namun tidak menanggung biaya tiket.
“Perwakilan kita di sana membantu pembuatan dokumen seperti SPLP bagi yang tidak memiliki paspor, serta memfasilitasi keberangkatan dari kedutaan ke bandara. Namun untuk biaya, diharapkan dari mandiri, keluarga, atau pemerintah daerah,” ujarnya.
Menurut Waydinsyah, para pekerja yang masih tertahan di Kamboja tersebut berangkat secara nonprosedural karena Kamboja bukan negara penempatan resmi bagi pekerja migran Indonesia.
Mereka tergiur iming-iming pekerjaan bergaji tinggi, namun pada kenyataannya justru dipekerjakan di sektor ilegal seperti judi online atau penipuan daring (online scamming).
Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini masih banyak warga Indonesia yang berada di Kamboja dalam kondisi serupa.
Baca juga: Viral Warga Sumsel Terjebak di Kamboja Minta Tolong Lewat Video, Sebut Nama Gubernur dan Bupati
Berdasarkan data perwakilan RI, terdapat ribuan WNI yang masih tertahan di negara tersebut.
Sebagian dari mereka ditempatkan di penampungan yang disediakan pemerintah Kamboja dan digunakan oleh perwakilan Indonesia, sementara lainnya masih bertahan di sekitar area kedutaan karena keterbatasan tempat penampungan.
| Viral Dugaan Pocong Jadi-jadian Merampok di Gandus Palembang, Warga Dibikin Resah, Ini Kata Polisi |
|
|---|
| Translate Lirik Lagu Papaoutai - Stromae, Papaoutai? Ou tes Papaoutai? |
|
|---|
| Bupati Muara Enim Edison Tegaskan Tidak Bisa Intervensi Nilai Ganti Rugi Flyover |
|
|---|
| Viral Seorang Warga Muara Enim Ngaku Jadi Korban Penipuan Kerja di Kamboja, Minta Bantu Dipulangkan |
|
|---|
| Warga Karang Raja Muara Enim Geger, Temukan Mayat Tanpa Identitas Mengapung di Sungai Enim |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/warga-muara-enim-korban-penipuan-kerja-di-kamboja.jpg)