Viral Warga Sumsel Terjebak di Kamboja Minta Tolong Lewat Video, Sebut Nama Gubernur dan Bupati

Masih ada warga Sumatera Selatan terjebak di Kamboja. Kini, mereka memohon bantuan untuk bisa pulang ke tanah air.

Tayang:
Penulis: Arief Basuki | Editor: Refly Permana
Sripoku.com/istimewa
BISA PULANG - Sejumlah pria yang mengaku berasal dari Kabupaten Muratara, Sumsel yang berada di Kamboja memohon kepada Gubernur Sumsel dan Bupati Muratara untuk bisa pulang ke tanah air. Pernyataan ini mereka sampaikan melalui video di media sosial. 
Ringkasan Berita:
  • Masih ada warga Sumatera Selatan terjebak di Kamboja. Kini, mereka memohon bantuan untuk bisa pulang ke tanah air.
  • ada enam pria yang sedang merekam pernyataan permohonan kepada Gubernur Sumsel dan Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) agar bisa pulang ke Indonesia.
  • Menyikapi hal tersebut, Bupati Muratara belum mengetahui secara pasti dan akan mengeceknya terlebih dahulu.

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ternyata, masih ada warga Sumatera Selatan (Sumsel) terjebak di Kamboja.

Kini, mereka memohon bantuan untuk bisa pulang ke tanah air.

Hal ini terlihat dalam video yang dibagikan di akun sosial @info.muratara.

Dalam video tersebut, ada enam pria yang sedang merekam pernyataan permohonan kepada Gubernur Sumsel dan Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) agar bisa pulang ke Indonesia.

"Assalamu'alaikum, kami warga Palembang yang aslinya tinggal di Kabupaten Muratara, kami berenam berada di Kamboja. Sudah dua bulan mau pulang, tetapi tidak bisa pulang," kata salah satu pria yang mewakili lima teman lainnya.

"Dan kami memohon kepada Pak Gubernur Sumsel Herman Deru dan Bupati Muratara Pak Devi Suhartoni, memohon untuk membantu pemulangan kami ke Indonesia. Jika tidak pulang tanggal 15 Mei ini maka kami akan dideportasi selama 1 tahun, dan kami sangat memohon bantuan Bapak. Inilah yang bisa kami sampaikan, kalau ada salah ucapan kami memohon maaf. Terima kasih, Waalaikumsalam," tutupnya.

Baca juga: Kembali Terulang, Enam Warga Sumsel Terlantar di Kamboja Minta Dipulangkan: Kami Akan Dideportasi

Menyikapi hal tersebut, Devi saat dikonfirmasi belum mengetahui secara pasti dan akan mengeceknya terlebih dahulu.

"Kami akan cek dulu," singkat Devi kepada Sripoku.com, Kamis (30/4/2026).

Di sisi lain, Komisi V DPRD Sumsel akan meminta Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Sumsel untuk mencari informasi kebenaran dalam video tersebut.

"Mungkin tindakan pertama kami serahkan dulu ke Disnaker Sumsel, untuk menjajaki, mencari maupun menggali informasi, tentang para tenaga kerja kita di Kamboja yang minta dipulangkan itu," jelas Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel, David Hardianto Aljufri.

Ia menyayangkan jika benar video itu, sehingga kejadian hampir serupa terulang kembali, dan perlu sosialisasi serta pengawasan yang ketat bagi warga Sumsel yang hendak bekerja ke luar negeri.

"Kemudian kedua, ini kejadian berulang dan kita sudah menegaskan kepada khususnya masyarakat yang ada di Sumsel, untuk pintar ataupun mengecek kembali lowongan kerja yang ditawarkan untuk ke luar negeri, apalagi berhubungan dengan Kamboja ataupun seputarannya," tandas David.

Ditambahkan politisi Golkar ini, jika video itu benar maka Pemerintah Provinsi Sumsel diminta segera menyelesaikan masalah tersebut bersama Pemerintah Pusat.

"Jadi kita akan lihat terlebih dahulu di Disnaker seperti apa, karena berita ini kita dapat dari medsos yang mereka memuat permohonan ini, berarti secara langsung mereka bisa berkomunikasi dengan keluarga, karena kita lihat mereka masih pegang alat komunikasi, sehingga ini bisa segera dapat diatasi," pungkasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved