Anak Isap Lem di Jembatan Ampera
Nasib Bocah Isap Lem Aibon di Jembatan Ampera, Dua Anak di Bawah Umur Diamankan
Video mereka saat sedang mengisap lem aibon di ikon Kota Palembang tersebut sempat diunggah oleh sejumlah konten kreator
Penulis: Yandi Triansyah | Editor: Yandi Triansyah
Ratu Dewa menegaskan bahwa anak-anak yang menjadi korban harus segera diselamatkan dan dibina, bukan sekadar dihakimi atau dijadikan tontonan di media sosial.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang akan segera menginstruksikan dinas terkait, pihak kecamatan, hingga kelurahan untuk memperkuat penanganan di lapangan.
Langkah-langkah strategis yang akan diambil meliputi:
Melakukan pendataan menyeluruh dan meluncurkan patroli humanis di titik-titik rawan.
Memberikan pendampingan sosial serta memperkuat koordinasi dengan pihak sekolah, RT/RW, tokoh masyarakat, dan orang tua.
Memperketat pengawasan terhadap penjualan lem maupun bahan pelarut berbahaya lainnya kepada anak-anak di bawah umur.
Selain tindakan preventif dan pembinaan, Pemkot Palembang berkomitmen untuk memperbanyak wadah aktivitas positif bagi generasi muda.
Program-program seperti fasilitas olahraga, pelatihan keterampilan kerja, kegiatan seni, hingga pembinaan keagamaan akan digenjot untuk mengalihkan remaja dari perilaku negatif.
Di akhir keterangannya, Wali Kota Ratu Dewa
turut mengimbau masyarakat luas untuk lebih bijak dalam menyikapi fenomena ini di dunia maya.
Ia meminta warga tidak hanya sekadar merekam dan menyebarkan video pelanggaran, tetapi juga ikut peduli dengan menegur secara baik-baik serta membantu mengarahkan anak-anak tersebut ke lingkungan yang sehat.
"Palembang tidak boleh kehilangan generasinya," pungkas Ratu Dewa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/anak-lem-aibon-2026.jpg)