Sederet Perubahan Saat Launching CFN dan Uji Coba CFD Palembang yang Dijanjikan Ratu Dewa

Pemerintah kota (Pemkot) Palembang terus mematangkan persiapan launching Car Free Night dan Car Free Day.

Penulis: Arief Basuki | Editor: Refly Permana
Sripoku.com/Arief Basuki
SEMPAT TERHENTI - Suasana Jembatan Ampera saat dilakukan uji coba Car Free Day, Minggu (12/4/2026) pagi. Kegiatan yang sempat terhenti lantaran Covid-19 ini diwacanakan kembali digelar setiap Minggu. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah kota (Pemkot) Palembang terus mematangkan persiapan launching Car Free Night dan Car Free Day.
  • Walikota Palembang, Ratu Dewa, sudah mewanti-wanti jajarannya yang terlibat langsung dalam kedua kegiatan itu.
  • Gubernur Sumsel, Herman Deru, rencananya akan hadir.


SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pemerintah kota (Pemkot) Palembang terus mematangkan persiapan launching event Car Free Night di Kol Atmo, Sabtu (18/4/2026) malam dan ujicoba kedua Car Free Day (CFD) yang dipusatkan di Jembatan Ampera, Minggu (19/4/2026).

Walikota Palembang, Ratu Dewa, sudah mewanti-wanti jajarannya yang terlibat langsung dalam kedua kegiatan itu, baik dinas Pariwisata, Sat Pol PP, Dinas Perhubungan, Kominfo, DLHK hingga perangkat Camat dan Kelurahan yang ada untuk bisa mensukseskannya tanpa ada keluhan dari masyarakat.

Yang paling mencolok, saat CFN masih terdapat fasilitas umum yang belum mendukung, seperti CCTV di lokasi, lampu penerangan, petugas kebersihan di lokasi, toilet umum hingga kantong-kantong parkir yang ada.

Sementara, belum optimalnya pengaturan lalu lintas yang mendapat kritikan tajam warga net saat CFD berlangsung titik kemacetan, di ruas jalan Musi 4 dan Musi 6 mendapat perhatian serius orang nomor satu di kota tertua di Indonesia ini.

Baca juga: Evaluasi Kemacetan, Pemkot Palembang Berencana Kurangi Durasi CFD Ampera Jadi 2,5 Jam

Ratu Dewa menegaskan bahwa evaluasi ini bukan sekadar catatan, tetapi akan segera ditindaklanjuti.

Pemkot Palembang berkomitmen memperbaiki kelemahan agar kegiatan bebas kendaraan ini benar-benar menjadi ruang publik yang sehat, aman, dan mendidik.

Asisten II Setda Pemkot Palembang, Isnaini Madani, memastikan, dalam launching CFN Kol Atmo itu, mungkin pengunjung nantinya akan lebih ramai karena dihadiri langsung Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru dan Forkompinda Sumsel, serta Walikota Palembang Ratu Dewa bersama OPD dan Forkompinda yang ada.

"Untuk launcing CFN saya rasa sudah siap semua, dan ada yang nyumbang kita akomodir. Tapi pastinya, launching bukan acara panggung (pembukaan resmi) tapi CFN Atmo setelah launching Gubernur dan walikota akan diajak keliling untuk melihat atraksi yang ada," kata Isnaini kepada Sripoku.com, Jumat (17/4/2026).

Mengenai evaluasi pelaksanaan CFN sendiri, hal itu lebih pada penyempurnaan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, mulai dari awal hingga selesai.

Selain itu, akan lebih banyak menampilkan ciri khas dan etnik Palembang dengan konsep acara hiburan yang harus menonjolkan etnik Palembang, seperti seni dulmuluk, stand-up comedy berbahasa santun, serta komunitas olahraga dan seni kreatif local, keterlibatan UMKM local, Posko kesehatan yang memadai, menghadirkan hiburan khas Palembang.

"Evaluasinya lebih kepada masalah dilokasi seperti kebersihan, penerangan dan fasilitas. Kalau menyebabkan kemacetan tidak ada sehingga tidak perlu jalan alternatif, tinggal penempatan petugas dishub untuk parkir tidak sembarangan, karena panitia sudah menyiapkan parkir yang tertib," ucapnya.

Baca juga: Warga Keluhkan Minimnya Toilet Umum di Lokasi CFN dan CFD Palembang, Terpaksa Numpang di Minimarket

Dalam hal pengamanan, Pemkot Palembang sendiri sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan saat pelaksanaan.

"Untuk personil kita menyesuaikan kebutuhan, dan pastinya melibatkan pihak Sat Pol PP, Dishub, Kepolisian dan perangkat Kecamatan dan Lurah yang ada, yang disebar dilokasi- lokasi yang dianggap rawan kemacetan," acapnya.

Selain itu, dikatakan Isnaini diperlukan juga CCTV yang disebar dilokasi CFN dan petugas kebersihan dari DLH lebih banyak dilokasi, ataupun dilokasi CFD kedepannya, sehingga bisa memantau kegiatan.

"Nanti dari Kominfo menyiapkan CCTV yang bisa disebar merata sekitar 4-5 titik dilokasi, yang nantinya pada CCTV nya ada speaker cukup besar, yang nanti langsung negur jika ada hal- hal yang dianggap janggal, seperti buang sampah tidak pada tempatnya dan hal ini  sudah kita minta ke Kominfo," tuturnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved