Berita Palembang
Kasus Campak di Sumsel Melonjak, Tembus 1.576 Kasus hingga April 2026
Tren kasus penyakit campak di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menunjukkan peningkatan signifikan dalam tiga bulan terakhir.
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Yandi Triansyah
Ringkasan Berita:
- Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel mencatat, hingga 10 April 2026, total temuan kasus mencapai 1.576 suspek dengan 446 di antaranya terkonfirmasi positif.
- Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumsel, Ira Primadesa, merinci bahwa lonjakan mulai terlihat sejak Januari dengan 481 kasus suspek (170 positif).
- Angka tersebut terus merangkak naik pada Februari menjadi 530 suspek (217 positif), dan memuncak pada Maret dengan 660 kasus suspek.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Tren kasus penyakit campak di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menunjukkan peningkatan signifikan dalam tiga bulan terakhir.
Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel mencatat, hingga 10 April 2026, total temuan kasus mencapai 1.576 suspek dengan 446 di antaranya terkonfirmasi positif.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumsel, Ira Primadesa, merinci bahwa lonjakan mulai terlihat sejak Januari dengan 481 kasus suspek (170 positif).
Angka tersebut terus merangkak naik pada Februari menjadi 530 suspek (217 positif), dan memuncak pada Maret dengan 660 kasus suspek.
Meski demikian, jumlah kasus positif yang terkonfirmasi pada bulan tersebut tercatat sebanyak 59 kasus.
"Jumlah kasus campak terus meningkat sejak awal tahun. Kondisi ini perlu diwaspadai mengingat peningkatan jumlah suspek yang cukup tinggi dalam waktu singkat," ujar Ira Primadesa, Selasa (14/4/2026).
Menurutnya, lonjakan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk rendahnya cakupan imunisasi, mobilitas masyarakat, serta kurangnya kesadaran terhadap gejala awal penyakit.
"Imunisasi tambahan masih rendah, sehingga penularan campak masih tinggi. Kondisi ini tetap kita waspadai kenaikannya sejak awal tahun," katanya.
Menurutku, untuk wilayah yang masih banyak kasus campak berada di Prabumulih, Palembang, Banyuasin, dan Musi Rawas Utara.
Baca berita Sripoku.com lainnya di Google News
Ikuti dan Bergabung di Saluran WhatsApp Sriwijaya Post
| Ratusan Mahasiswa Gabungan Berbagai Perguruan Tinggi Demo ke DPRD Sumsel, Sampaikan 12 Tuntutan |
|
|---|
| Atasi Banjir Palembang, Herman Deru Anggarkan Rp424 Miliar untuk Kolam Retensi dan Drainase |
|
|---|
| Pascalebaran, Sumatera Selatan Alami Deflasi 0,04 Persen pada April 2026 |
|
|---|
| Harga BBM Non-Subsidi di Sumsel Naik Per 4 Mei 2026, Pertamax Dex Melonjak Rp4.600 per Liter |
|
|---|
| BKPSDM Palembang Tunggu SK Resmi Terkait Sanksi 19 Oknum Dishub Terlibat Pungli |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/pasien-campak-banyuasin-12345.jpg)