Berita Palembang

5 Pandangan Partai Gelora Sikapi Gencatan Senjata di Teluk Persia

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (Sekjen DPP) Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) Mahfuz Sidik

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Yandi Triansyah
Handout
KOLASE - Sekjen DPP Partai Gelora Mahfuz Sidik (kiri) dan Ketua DPW Partai Gelora Sumsel Erza Saladin (kanan) menyikapi gencatan senjata di Teluk Persia. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden AS Donald Trump dalam akun media sosial telah merespon positif permintaan dari Perdana Menteri Pakistan yang juga didukung oleh Mesir, Turki, dan Saudi Arabia agar Amerika Serikat menunda serangan militernya ke Iran
  • Waktu yang bersamaan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi  juga menyatakan dalam siaran resmi persnya bahwa Iran akan menghentikan operasi militer
  • Iran juga akan membuka Selat Hormuz untuk dua minggu ke depan dengan berkoordinasi dengan pihak militer Iran

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (Sekjen DPP) Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) Mahfuz Sidik menyampaikan lima pandangan partai menyikapi gencatan senjata di Teluk Persia. 

"Saudara-saudara sekalian dalam beberapa hari terakhir ada perkembangan positif dari situasi perang di Teluk Persia," ungkap Mahfuz Sidik, Rabu (9/4/2026). 

Presiden AS Donald Trump dalam akun media sosial telah merespon positif permintaan dari Perdana Menteri Pakistan yang juga didukung oleh Mesir, Turki, dan Saudi Arabia agar Amerika Serikat menunda serangan militernya ke Iran untuk waktu dua minggu ke depan. 

Dan di waktu yang bersamaan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi  juga menyatakan dalam siaran resmi persnya bahwa Iran akan menghentikan operasi militer defensifnya jika Amerika menghentikan serangan militer ke Iran.

Iran juga akan membuka Selat Hormuz untuk dua minggu ke depan dengan berkoordinasi dengan pihak militer Iran

"Mencermati perkembangan yang positif ini kami Partai Gelora Indonesia berpandangan. Yang pertama, mendukung penuh langkah untuk melakukan gencatan senjata meski dalam jendela waktu yang sempit, yaitu dua minggu ke depan," kata Mahfuz Sidik

Partai Gelora yang diketuai Anis Matta yang juga menjabat Wamenlu RI berharap bahwa gencatan senjata ini bisa menjadi pintu masuk bagi pembicaraan atau negosiasi lanjutan melakukan penghentian perang secara lebih permanen. 

Yang kedua, Partai Gelora mengapresiasi dengan sangat kepada pihak negara Pakistan dan pemerintah Pakistan juga bersama Turki, Mesir, dan Saudi Arabia yang telah menginisiasi langkah mediasi ini dan berharap ini kemudian bisa berlanjut kepada proses negosiasi menuju penghentian perang. 

Yang ketiga, kami mendorong pemimpin di negara-negara Teluk, negara-negara di Asia Barat, dan juga di kawasan Afrika Utara yang merupakan komunitas negeri-negeri muslim untuk melakukan pembicaraan bersama secara luas dan komprehenship dalam rangka mengembalikan keamanan di kawasan lebih luas dan mewujudkan stabilitasi secara politik dan militer di kawasan tersebut dan menormalisasi jalur perdagangan dan pelayaran internasional. 

Dan kerjasama ini diharapkan bisa terwujud berbasis kekuatan dan kepentingan bersama negeri-negeri di kawasan yang lebih besar ini. 

Yang keempat, di saat yang bersamaan kami juga mengingatkan untuk mewaspadai potensi sabotase terhadap kesepakatan gencatan senjata dan juga sabotase terhadap rencana negosiasi penghentian perang. 

Potensi sabotase ini sangat mungkin dilakukan oleh pihak yang paling dirugikan manakala terjadi gencatan senjata dan penghentian perang. 


Di saat yang bersamaan pihaknya juga meminta dan mendesak agar Israel menghentikan semua serangan militer yang masih berlangsung baik di Gaza, di Lebanon Selatan, maupun di wilayah Iran

Yang kelima, kami mendorong dan mendukung pemerintah Indonesia untuk melakukan komunikasi yang intensif antara Presiden Prabowo dengan pemimpin negera-negara Teluk di kawasan Asia Barat dan juga di kawasan Afrika Utara agar mereka bisa duduk bersama berdialog secara komprehenship mewujudkan keamanan stabilitas dan normalisasi jalur perdagangan dan pelayaran internasional di kawasan itu. 

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved