Berita Palembang

BBM Bersubsidi Aman, Legislator Asal Sumsel Sebut Pemerintah Lakukan Tiga opsi

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI H Fauzi Amro MSi menyambut baik pernyataan pemerintah yang menjamin BBM

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Yandi Triansyah
Sripoku.com/Angga
ANTRE BBM- Antrean kendaraan terlihat di salah satu SPBU di kawasan Plaju, Palembang, Rabu (1/4/2026). Masyarakat rela antre panjangan untuk mengisi BBM di tengah beredarnya isu pembatasan BBM subsidi 50 liter per hari. 

Ringkasan Berita:
  • Wakil Ketua Komisi XI DPR RI H Fauzi Amro MSi menyambut baik pemerintah yang menjamin BBM bersubsidi akan aman hingga Desember 2026.
  • Dalam penjelasannya, Menkeu RI Purbaya mengatakan minyak tidak akan mengalami kenaikan sampai bulan Desember 2026.
  • Dengan kondisi sekarang pemerintah sangat siap sampai dengan kenaikan USD 100 per barel maka BBM bersubsidi itu tidak akan naik. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Wakil Ketua Komisi XI DPR RI H Fauzi Amro MSi menyambut baik pernyataan pemerintah yang menjamin BBM bersubsidi akan aman hingga Desember 2026.

"Alhamdulillah kami dari Komisi XI Raker dengan Menteri Keuangan yang memang mengetahui struktur fiskal, struktur keuangan yang ada di Republik Indonesia sekaligus Bendahara Umum Negara Republik Indonesia itu dengan Pak Purbaya, Pak Sekjen, lengkap dengan beberapa Dirjen," ungkap H Fauzi Amro MSi kepada Sripoku.com, Selasa (7/4/2026).

Dalam penjelasannya, Menkeu RI Purbaya mengatakan minyak tidak akan mengalami kenaikan sampai bulan Desember 2026.

Artinya bantalan APBN, bantalan fiskal itu mencukupi untuk sampai bulan Desember 2026.

MITIGASI - Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi H. Amro
MITIGASI - Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi H. Amro (Dok Pribadi)

"Nah harapan kita, mereka telah memproyeksi harga minyak naik. Misalnya di APBN dengan asumsi USD 70 per barel. Nah sekarang sudah hampir USD 100 per barel. Pemerintah prinsipnya sudah mengantisipasi kenaikan USD 80, USD 100. Mereka sudah siap," kata H Fauzi Amro.

Ketua DPP Partai NasDem Bidang Pemenangan Pemilu Sumatera Selatan/Korwil Sumatera Selatan mengatakan, dalam APBN ketika kenaikan USD 1, maka pemerintah harus melakukan defisit dengan menambah kurang lebih Rp 6,8 triliun.

Dengan kondisi sekarang pemerintah sangat siap sampai dengan kenaikan USD 100 per barel maka BBM bersubsidi itu tidak akan naik. 

Ia menyebut setidaknya ada 3 hal yang dilakukan pemerintah sekarang. Yang pertama tetap melakukan efisiensi jam kerja, efisiensi pola kerja. Itu akan menghemat BBM, akan menghemat konsumsi.

Yang kedua, yang dilakukan pemerintah sekarang adalah bagaimana efisiensi di kementerian dan lembaga.

Anggaran di kementerian dan lembaga itu juga dilakukan efisiensi. Yang ketiga, ada beberapa bantalan seperti SAL (Sisa Anggaran Lebih) itu hampir Rp 420 triliun. Itu juga bisa dimanfaatkan.

"Nah opsi-opsi terhadap kebijakan tidak menaikkan BBM itu sudah dikaji oleh pemerintah. Dan harapannya pemerintah kemarin lewat Menteri Keuangan, masyarakata tidak ada hoaks, ada pemberitaan negatif tentang harga BBM. Itu hampir dipastikan sampai Desember 2026 kalau kondisi harga minyak USD 100 per barel, maka tidak ada kenaikan harga BBM bersubsidi. Itu yang bisa menyenangkan hati masyarakat," katanya.

Fauzi menyebut, prinsipnya krisis ini adalah ketika harga minyak itu naik, dampaknya kemana-mana.

Ketika pemerintah meyakinkan bahwa harga minyak ini tidak berdampak, tidak dilakukan kenaikan, maka otomatis harga-harga sembako, kebutuhan bahan pokok itu tidak akan naik.

"Dan ini akan berimplikasi terhadap konsumsi masyarakat, daya beli masyarakat," pungkasnya. 

Pastikan Subsidi BBM Stabil   

Menkeu Purbaya Pastikan Subsidi BBM Aman, Harga Tetap Stabil Sampai Akhir Tahun 2026

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved