Makam Napi Lapas Banyuasin Dibongkar
Bocoran Hasil Autopsi Jasad Napi Lapas Banyuasin, Ada Luka di Badan
Tim dokter forensik telah selesai melakukan autopsi ulang terhadap jenazah napi Lapas Banyuasin.
Ringkasan Berita:
- Tim dokter forensik telah selesai melakukan autopsi ulang terhadap jenazah napi Lapas Banyuasin.
- "Kalau dilihat hanya di kepala tidak ada luka, adanya di badan," kata dokter.
- Hingga kini, polisi masih terus melakukan penyelidikan pasca napi dikabarkan meninggal pada 10 Maret 2026.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Tim dokter forensik telah selesai melakukan autopsi ulang terhadap jenazah Sandi.
Napi Lapas Kelas II Serong Banyuasin itu meninggal dunia saat menjalani masa tahanan di Lapas Narkoba Kelas II Serong, Banyuasin, pada 10 Maret 2026.
Kabar duka tersebut mengejutkan keluarga, terlebih informasi kematian disebut tidak disampaikan langsung oleh pihak lapas.
Menurut kuasa hukum, keluarga justru pertama kali mengetahui kabar meninggalnya Sandi dari sesama warga binaan.
Kasus ini kini menjadi perhatian keluarga yang berharap adanya kejelasan dan transparansi terkait penyebab kematian almarhum.
Baca juga: Isak Tangis Warnai Proses Pembongkaran Makam Napi Lapas Banyuasin Ungkapkanlah Ya Allah
Proses ekshumasi dilakukan sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB di TPU Al-Jihad, Jalan Panglong Laut, Kelurahan Talang Betutu, Sukarami, Palembang.
Dokter forensik RS Bhayangkara Moh Hasan, Indra Nasution, mengatakan, autopsi yang dilakukan meliputi pemeriksaan luar dan dalam.
"Pada pemeriksaan ini karena jenazah sudah alami pembusukan lanjut, kami harus lebih teliti lagi untuk melihat apakah ada luka atau tanda lainnya," kata dokter Indra, Senin (30/3/2026).
Ia belum menjelaskan hasil secara detail dari autopsi, karena secara resmi keterangan medis akan keluar sekitar dua minggu setelah sampel diserahkan.
"Kalau dilihat hanya di kepala tidak ada luka, adanya di badan. Untuk jelasnya tunggu hasilnya dua minggu lagi dari pemeriksaan PA (Patologi Anatomi), ada sampel yang sudah kami ambil," jelasnya.
Sementara, penasihat hukum keluarga korban, Anto Astari SH, mengatakan autopsi ini dilakukan atas permintaan keluarga.
Baca juga: Breaking News : Makam Napi Lapas Banyuasin Asal Palembang Dibongkar, Penyebab Kematian Masih Misteri
Sebab sebelumnya proses tersebut tertunda karena ada penolakan dari salah satu keluarga.
"Atas permintaan keluarga. Sempat tertunda karena dari salah satu keluarga menolak. Demi mendapatkan bukti akhirnya keluarga mengizinkan autopsi hari ini," kata Anto.
Keluarga menduga terdapat tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan berharap hasil autopsi bisa memperkuat dugaan tersebut.
| Ditjen Pas Bongkar Detik-detik Kematian Napi di Banyuasin, Makamnya Dibongkar Demi Penyelidikan |
|
|---|
| Kanwil Ditjenpas Janji Tindak Tegas Oknum Jika Terbukti Ada Kekerasan yang Sebabkan Sandi Meninggal |
|
|---|
| Isak Tangis Warnai Proses Pembongkaran Makam Napi Lapas Banyuasin 'Ungkapkanlah Ya Allah' |
|
|---|
| Breaking News : Makam Napi Lapas Banyuasin Asal Palembang Dibongkar, Penyebab Kematian Masih Misteri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/forensiknapibanyuasin.jpg)