Berita Palembang

Diduga Terbakar Api Cemburu, Pria di Kalidoni Palembang Jadi Korban KDRT Istri Sendiri

Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali terjadi di Kota Palembang.

Tayang:
Editor: Odi Aria
Sripoku.com/Andi Wijaya
LAPORKAN ISTRI- Setiawan (37), melaporkan istrinya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 12.35 kasus KDRT. 

Ringkasan Berita:
  • Suami di Kalidoni Palembang jadi korban KDRT yang diduga dilakukan istrinya sendiri
  • Peristiwa dipicu cekcok akibat tuduhan selingkuh
  • Korban mengalami luka dan telah melapor ke Polrestabes Palembang, kasus ditangani Unit PPA

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali terjadi di Kota Palembang.

Kali ini, seorang suami bernama N Setiawan (37) menjadi korban dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh istrinya sendiri.

Warga Jalan Taqwa Mata Kecamatan Kalidoni ini tak terima atas kejadian yang dialaminya dan melaporkannya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 12.35 WIB.

Di hadapan petugas, korban menuturkan peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 12.00 WIB di rumah mereka.

Saat itu, korban datang ke rumah bersama anaknya.

Setibanya di lokasi, anak korban menyadari mesin cuci yang sebelumnya berada di dalam rumah sudah tidak ada.

Merasa ada yang janggal, korban kemudian keluar rumah untuk memastikan kondisi sekitar.

Namun, saat hendak menuju rumah tetangga, ia justru bertemu dengan istrinya yang sudah berada di sekitar lokasi.

Tak lama kemudian, terjadi cekcok mulut antara keduanya.

Istri korban menuduh Setiawan memiliki hubungan dengan wanita lain.

“Dia menuduh saya bersama wanita lain, lalu terjadi pertengkaran,” ujar korban.

Pertengkaran tersebut kemudian berujung pada dugaan penganiayaan.

Korban mengaku dipukul hingga mengalami luka di bagian bibir serta lecet di leher.

“Akibat kejadian itu, bibir saya pecah dan leher saya lecet,” jelasnya.

Tidak terima dengan perlakuan tersebut, korban memilih melapor ke polisi dan berharap kasusnya segera ditindaklanjuti.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved