Kata BMKG Soal Panas Siang Hari Malam Hujan, Musim Pancaroba Mulai Datang
Cuaca di Sumatera Selatan dalam beberapa waktu terakhir cenderung cerah pada siang hari, tapi malamnya hujan, fenomena apa ini?
Penulis: Hartati | Editor: Refly Permana
Ringkasan Berita:
- Cuaca di Sumatera Selatan dalam beberapa waktu terakhir cenderung cerah pada siang hari, tapi malamnya hujan, fenomena apa ini?
- Masyarakat pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau.
- Musim kemarau diperkirakan datang lebih awal, yakni maju sekitar satu hingga dua dasarian dari jadwal sebelumnya.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Cuaca di Sumatera Selatan dalam beberapa waktu terakhir cenderung cerah pada siang hari, namun pada sore hingga malam hari berpotensi turun hujan, baik dengan intensitas ringan hingga deras, bahkan kerap disertai petir.
Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Siswanto MSi, menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi karena wilayah Sumatera Selatan saat ini tengah memasuki masa pancaroba atau peralihan musim.
Ciri khas pancaroba, yakni cuaca fluktuasi cuaca ekstrem di mana siang hari terasa sangat terik namun tiba-tiba turun hujan lebat di sore atau malam hari.
"Kondisi ini dipicu oleh periode Ekuinoks (20-21 Maret) yang menempatkan matahari tepat di atas khatulistiwa, sehingga paparan radiasi panas di wilayah Sumatera Selatan mencapai titik maksimal pada siang hari," kata Siswanto, Jumat (20/3/2026).
Baca juga: Prakiraan Cuaca Sumsel Hari Ini 18 Maret, BMKG Peringatkan Warga Waspada Hujan di Puncak Arus Mudik
Dia menambahkan, panas menyengat ini justru bertindak sebagai 'bahan bakar' yang memicu proses konveksi secara kuat, yaitu penguapan air secara masif dan cepat dari permukaan bumi ke atmosfer.
Uap air tersebut kemudian berkumpul membentuk awan hujan pekat Cumulonimbus, yang ketika mencapai titik jenuh pada sore atau malam hari, akhirnya tumpah menjadi hujan deras berdurasi singkat yang kerap disertai angin kencang dan petir.
Sebelumnya, BMKG Sumatera Selatan juga sudah merilis prakiraan kemarau di Sumsel karena Sumsel termasuk daerah yang mengalami percepatan musim kemarau dibandingkan dengan periode normal.
Musim kemarau diperkirakan datang lebih awal, yakni maju sekitar satu hingga dua dasarian dari jadwal sebelumnya.
Secara nasional, sejumlah wilayah di Indonesia juga mengalami kondisi serupa, di mana musim kemarau datang lebih cepat.
Bahkan, kemarau tahun ini diprediksi akan lebih kering atau minim curah hujan.
Masyarakat pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau, seperti potensi kekeringan serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.
| Musim Pancaroba Datang, Dinkes Sumsel Ingatkan Masyarakat Waspada Penyakit ISPA, Diare hingga DBD |
|
|---|
| Waspada Karhutla, BMKG Prediksi Kemarau 2026 di Sumsel Datang Lebih Awal dan Lebih Kering |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kota Palembang Hari Ini 11 April, Hujan di Sore Hari |
|
|---|
| Waspada Hujan Deras di Sejumlah Wilayah Sumsel Hari Ini 10 April, Air Sungai Musi Naik 3,3 Meter |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kota Palembang Hari Ini 10 April, Hujan di Siang Hari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/BMKG-Sumsel-mengeluarkan-prediksi-cuaca-hari-ini-Sabtu-312026.jpg)