Iran Dan AS Kembali Memanas

Cerita WNI yang Tinggal di Qatar, Getaran Bom Terasa hingga Rumah

Ketegangan antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran, yang memicu ancaman balasan militer dari Iran  menimbulkan ketidakstabilan di Timur Tengah.

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: tarso romli
Sripoku.com/handout/tidak ada
WNI- Dahnia dan puterinya merupakan warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal menetap di Qatar. 

Ringkasan Berita:
  • Perang AS-Israel menyerang Iran menyebabkan negara-negara di Teluk kena imbasnya.
  • Salah satunya adalah Qatar, di mana Iran menyerang fasilitas militer AS di wilayah Qatar.
  • Warga Negara Indonesia yang tinggal di Qatar seperti Dahnia Ishak merasa was-was meskipun serangan Iran bukan kepada penduduk Qatar, namun dampaknya terasa seperti getaran bom hingga ke rumah.

 

 SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS), Irak, dan Iran, yang memicu ancaman balasan militer dari Iran  menimbulkan ketidakstabilan di Timur Tengah.

Menurut Dahnia Ishak, seorang warga negara Indonesia yang telah 11 tahun menetap di Qatar, situasi hingga pagi ini masih diwarnai serangan dari pihak Iran. Meski demikian, kondisi di tempat tinggalnya relatif aman.

"Per pagi ini masih ada serangan dari Iran. Ini hari kedua kami work from home. Anak-anak juga sekolah secara online,” kata Dahnia saat di konfirmasi Tribun Sumsel, Senin (2/3/2026).

Dahnia menuturkan, pemerintah setempat mengimbau warga untuk sementara waktu tidak beraktivitas di luar rumah kecuali untuk keperluan mendesak. 

Di tengah situasi tersebut, aktivitas ekonomi masyarakat disebut masih berjalan normal.

Supermarket tetap beroperasi, bahkan beberapa buka selama 24 jam. 

Tidak terlihat adanya aksi panic buying, dan ketersediaan bahan pokok dinyatakan aman. Layanan belanja, baik offline maupun online, tetap berlangsung seperti biasa.

Meski begitu, dampak ketegangan tetap terasa secara psikologis, terutama bagi anak-anak. Dahnia mengungkapkan getaran ledakan bom sempat terasa hingga ke rumahnya.

"Getaran bom sampai ke rumah, jendela bergetar. Anak-anak panik kalau ada suara ledakan, langsung lari memanggil saya,” kata Dahnia yang suaminya kerja di kedutaan. 

Dahnia menceritakan bahwa ia memiliki tiga anak yang seluruhnya lahir di Qatar. Dua di antaranya sudah mulai memahami situasi yang sedang terjadi. 

Dahnia berusaha memberikan pemahaman bahwa selama berada di rumah mereka insyaAllah aman, serta mengajak anak-anak tetap tenang dan membaca doa perlindungan.

Sesekali, ia juga mengajak anak-anak menonton berita untuk mengetahui perkembangan situasi.

Ia menjelaskan bahwa target serangan bukanlah warga Qatar, melainkan fasilitas yang berkaitan dengan Amerika Serikat, seperti pangkalan militer AS, yang lokasinya jauh dari tempat tinggal mereka. 

“Alhamdulillah semua jauh dari tempat tinggal kami. Hanya getarannya saja yang terasa,” tuturnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved