Berita Palembang

Ratu Dewa-Prima Salam Instruksikan OPD Hapus Pola Kerja Rutinitas Demi Dampak Nyata

Perubahan pola kerja dari sekadar rutinitas menjadi kinerja yang terukur dan berdampak nyata menjadi instruksi

Penulis: Arief Basuki | Editor: Yandi Triansyah
Handout
EVALUASI AKHIR TAHUN - Walikota Palembang Ratu Dewa (kiri) di dampingi Wakil Walikota Palembang Prima Salam (kanan) saat melakukan evaluasi akhir tahun di lingkungan OPD Pemkot Palembang, Rabu (31/12/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Memasuki tahun 2026 seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, hingga Lurah diminta mengubah pola kerja dari sekadar rutinitas menjadi kerja yang terukur dan berdampak nyata.
  • Permintaan itu disampaikan Ratu Dewa saat memimpin rapat evaluasi akhir tahun
  • Dalam arahannya, Ratu Dewa menekankan pentingnya keterlibatan aktif dan transparansi publik dalam setiap program kerja.

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Perubahan pola kerja dari sekadar rutinitas menjadi kinerja yang terukur dan berdampak nyata menjadi instruksi utama bagi seluruh jajaran Pemerintah Kota Palembang memasuki tahun 2026. 

Meski tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pasangan RDPS (Ratu Dewa-Prima Salam) berada di angka yang menggembirakan, seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, hingga Lurah diminta untuk tidak berpuas diri.

Instruksi tegas ini disampaikan dalam acara "Evaluasi Akhir Tahun 2025 dan Survei Hasil Kepuasan Masyarakat" yang digelar di Rumah Dinas Walikota Palembang, Rabu (31/12/2025). 

Walikota Palembang, H. Ratu Dewa, menekankan bahwa di tahun yang baru, setiap program kerja harus dirasakan langsung manfaatnya oleh warga.

Baca juga: Survei  LPI : Warga Palembang Puas dengan Kinerja Ratu Dewa-Prima Salam

"Evaluasi ke depan tidak boleh lagi bersifat formalitas atau normatif. Setiap pimpinan unit kerja harus terlibat. Saya tidak ingin evaluasi hanya di atas kertas. Seluruh Kepala OPD, Camat, hingga Kabag harus turun tangan," tegasnya.

Dewa menambahkan, saat ini masih ada  program unggulan yang ternyata belum tersosialisasi dengan baik ke masyarakat.

"Karena itu saya minta agar semua pihak terus mensosialisasikan program program unggulan ini. Sehingga bisa dimanfaatkan oleh warga.

Lebih lanjut Dewa mengatakan , tahun 2026 sektor pendidikan masih menjadi sorotan utama. 

Saat ini, tercatat sekitar 35 persen bangunan SD dan 30 persen SMP masih membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana.

"Karena itu kita target tuntaskan rehabilitasi bangunan sekolah di tahun 2026-2027 menggunakan dana APBD maupun pusat. Kita juga akan terus melanjutkan program Makan Gratis bagi siswa sebagai bagian dari peningkatan kualitas SDM," paparnya.

 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved