Kecelakaan di KM 12 Palembang

Identitas Pengendara Motor Tewas Kecelakaan di KM 12 Palembang, Korban Diduga Mengantuk Hantam Truk

Korban mengalami luka di tangan kanan dan kiri, dahi, mulut dan paha luka robek sehingga meninggal dunia di lokasi kejadian.

Tayang:
Editor: Odi Aria
dokumentasi Polisi
LAKALANTAS DI KM 12- Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Palembang melakukan olah TKP kecelakaan yang menewaskan seorang pengendara motor di Jalan Sultan Mahmud Badaruddin II di depan PO Bus Sumatera Raya Trans Palembang, KM 12, Selasa (30/12/2025). Pengendara motor diduga mengantuk sehingga berpindah jalur dan tabrakan dengan truk. 
Ringkasan Berita:
  • Pengendara motor tewas setelah bertabrakan dengan truk di Jalan SMB II Palembang, Selasa pagi (30/12/2025)
  • Kecelakaan diduga akibat pengendara motor mengantuk atau kurang konsentrasi, sehingga masuk ke jalur berlawanan
  • Polisi telah mengamankan barang bukti dan memeriksa sopir truk untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut

SRIPOKU.COM, PALEMBANG- Seorang pengendara motor tewas setelah kendaraannya beradu kambing dengan truk di Jalan Sultan Mahmud Badaruddin II di depan PO Bus Sumatera Raya Trans
Palembang, KM 12, pada Selasa (30/12/2025) sekitar pukul 06:05 WIB.

Korban yakni, Agus Supriyadi (39) warga Lorong Lebuk, Lawang Kidul, Kecamatan Ilir Timur II. Korban pada saat itu mengendarai sepeda motor Revo nopol BG 3409 UL, motor korban berpindah jalur sampai tersangkut di bagian depan truk.

Korban mengalami luka di tangan kanan dan kiri, dahi, mulut dan paha luka robek sehingga meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Palembang Iptu Hermanto mengatakan, motor korban melaju dari arah KM 10 menuju simpang KM 12, sedangkan truk BG 8123 OJ yang menjadi lawannya melintas dari arah yang berlawanan.

"Sepeda motor Revo yang dikendarai korban berjalan dari arah simpang kades mengarah simpang terminal KM 12 setiba di TKP kecelakaan berjalan terlalu ke kanan (diduga mengantuk) lalu menabrak mobil truk hino yang dikemudikan Sugito berjalan dari arah berlawanan," kata Hermanto.

Penyebab kecelakaan itu diduga karena pengendara motor mengantuk sewaktu kejadian sehingga kendaraannya berjalan terlalu ke kanan. Pada kondisi tersebut tabrakan antar dua kendaraan itu tak bisa dihindari.

"Sewaktu mengendarai kendaraannya korban diduga mengantuk dan tidak konsentrasi, sehingga tidak dapat menguasai kendaraan dan tidak memperhatikan situasi sekitar dengan baik," katanya.

Setelah menerima informasi adanya kecelakaan lalulintas pihaknya mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP dengan meminta keterangan saksi serta sopir truk yang ditabrak.

"Olah TKP sudah, minta keterangan sopir truk juga. Sementara ini kami belum monitor (keluarganya menjemput jenazah)," tutupnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved