Berita Wilayah
Adu Macet Palembang vs Jakarta: Mengapa Infrastruktur Canggih Belum Jadi Solusi Ampuh?
Adu macet kota Jakarta vs Palembang berdasarkan survei TomTom 2025. Palembang ungguli Jakarta dengan peringkat 3 kota termacet di Indonesia.
Penulis: Siti Umnah | Editor: Refly Permana
Ringkasan Berita:
- Palembang kini menyalip Jakarta sebagai salah satu kota termacet di Indonesia, dengan waktu tempuh 10 km mencapai hampir 28 menit dan tingkat kemacetan 41 persen.
- Faktor utama kemacetan di Palembang meliputi volume kendaraan tinggi, hambatan samping seperti pasar, serta keterbatasan infrastruktur jembatan yang menciptakan bottleneck.
- Meski kedua kota memiliki LRT, perbedaan tata ruang dan budaya transportasi membuat dampaknya terhadap kemacetan sangat kontras.
SRIPOKU.COM - Sebagai sesama kota besar di Indonesia, Palembang dan Jakarta punya dinamika yang sangat kontras namun menarik untuk dibandingkan.
Selama puluhan tahun, Jakarta menyandang predikat tak resmi sebagai "Ibu Kota Kemacetan". Namun, belakangan ini, narasi tersebut mulai bergeser.
Warga Palembang kini mulai merasakan sensasi yang sama: terjebak berjam-jam di jalan raya.
Baca juga: Palembang vs Jakarta, Inilah Perbandingan Gaji dan Biaya Hidup Bulanan di Kota Pempek
Berdasarkan survei TomTom Traffic Index 2024 yang dirilis pada pertengahan 2025 menunjukkan bahwa ke empat kota di Indonesia mengalahkan Jakarta dalam hal kemacetan.
Bahkan kota Palembang mengungguli Jakarta dari segi tingkat kemacetan.
Dalam survei TomTom, kota Palembang berada di urutan ketiga kota termacet di Indonesia.
Atau saat ini berada di urutan 53 dunia untuk kota termacet.
• Rata-rata waktu tempuh per 10 km: 27 menit 55 detik
• Perubahan dari 2023: +30 detik
• Tingkat kemacetan: 41 persen
• Waktu yang hilang per tahun pada jam sibuk: 94 jam
• Peringkat dunia: 53
Jika dibedah berdasarkan penelitian dari Laporan Penelitian dari Universitas Sriwijaya, ada 4 faktor penyebab kemacetan di Kota Palembang yaitu :
1. Volume Kendaraan Tinggi: Pertumbuhan kota dan pembangunan meningkatkan volume lalu lintas, terutama di jalur utama seperti Jl. Sudirman.
2. Jam Sibuk (Peak Hours): Aktivitas pulang kerja (sore hari) meningkatkan volume kendaraan secara signifikan, seperti di Jl. Mayor Salim Batubara.
| Pertumbuhan Ekonomi Palembang Melesat 5,91 Persen, Lampaui Capaian Sumsel dan Nasional |
|
|---|
| Daftar 8 Desa Penerima Dana Desa di Kecamatan Abab PALI 2026, Desa Betung Terendah Rp 290 Juta |
|
|---|
| Palembang vs Surabaya, Kota Pahlawan Lampaui Sang 'Sesepuh' yang Terus Bersolek |
|
|---|
| 10 Kota Termaju di Sumatera, Palembang Tembus 4 Besar di Atas Lampung dan Jambi |
|
|---|
| Palembang vs Bengkulu: Menakar Kesejahteraan di Antara Jejak Kolonial dan Kejayaan Sriwijaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/LRT-Jakarta-vs-Palembang.jpg)