Berita Palembang

Kisah Siswa SMP di Palembang Terjerat Kecanduan Gadget, Dirawat di RS Ernaldi Bahar

Di Palembang, Rumah Sakit Ernaldi Bahar (RSEB) menjadi saksi bisu dari dampak buruk teknologi yang tak terkontrol. 

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Yandi Triansyah
Handout
KECANDUAN GADGET - Sejumlah siswa SMP di Kota Palembang mengalami kecanduan gadget dirawat di RS Ernaldi Bahar. 
Ringkasan Berita:
  • Rumah Sakit Ernaldi Bahar Palembang merawat siswa SMP mengalami gangguan kejiwaan akibat kecanduan gadget.
  • Meski jumlah kasus per tahun masih tergolong sedikit dan dapat dihitung dengan jari, fenomena ini patut menjadi perhatian.
  • Rumah sakit ini kini memiliki dokter spesialis kejiwaan dengan subspesialisasi adiksi, yaitu dr. Mulia Liansari, Sp.KJ, yang menangani pasien dengan gangguan kecanduan.

 

SRIPOKU.COM,PALEMBANG – Di tengah pesatnya laju digitalisasi, muncul sebuah ancaman serius yang kini mulai menjangkiti ruang-ruang privat keluarga kecanduan gawai (gadget) pada anak dan remaja. 

Ancaman ini tidak lagi sekadar isu disiplin, melainkan telah menjadi masalah kesehatan jiwa yang memerlukan penanganan medis.

Di Palembang, Rumah Sakit Ernaldi Bahar menjadi saksi bisu dari dampak buruk teknologi yang tak terkontrol. 

Sejak dua tahun terakhir, rumah sakit khusus kejiwaan ini mulai merawat sejumlah pasien usia sekolah menengah pertama (SMP) yang menunjukkan gejala gangguan jiwa akibat kecanduan gawai.

Baca juga: 31.111 Warga Sumsel Jadi Pasien Gangguan Mental Rawat Jalan di RS Ernaldi Bahar, Kategori Wajar

Kepala Instalasi Humas dan Layanan Pengaduan RS Ernaldi Bahar Palembang, Iwan Andhiyanto mengatakan, RS Ernaldi Bahar telah menerima sejumlah pasien dengan kecanduan gadget, mulai dari game online hingga judi online sejak tahun lalu.

Meski jumlah kasus per tahun masih tergolong sedikit dan dapat dihitung dengan jari, fenomena ini patut menjadi perhatian.

“Berdasarkan data yang ada, sekitar dua tahun terakhir kami sudah menerima beberapa pasien dengan kecanduan gadget, baik itu game maupun judi online,” kata Iwan, Rabu (26/11/2025) 

Ia menceritakan, salah satu kasus yang paling memprihatinkan ada seorang siswa SMP berusia sekitar 11–15 tahun yang menunjukkan perilaku anarkis ketika ponselnya diambil oleh orang tuanya. 

Kondisi tersebut bahkan membuat pasien harus menjalani perawatan inap di rumah sakit. Tidak hanya itu, beberapa bulan lalu RS Ernaldi Bahar juga menerima pasien perempuan, SMP dengan kondisi serupa.

"Ini hal yang cukup mengkhawatirkan juga bahwa di Palembang, khususnya anak-anak usia sekolah, sudah banyak yang mengalami gangguan jiwa terkait teknologi, penggunaan HP, game online, dan judi online. Sangat memprihatinkan sebenarnya,” kata Iwan.

Meski begitu, RS Ernaldi Bahar telah menyiapkan fasilitas dan tenaga ahli untuk menangani kasus-kasus tersebut. Rumah sakit ini kini memiliki dokter spesialis kejiwaan dengan subspesialisasi adiksi, yaitu dr. Mulia Liansari, Sp.KJ, yang menangani pasien dengan gangguan kecanduan.

Iwan berharap masyarakat, terutama orang tua, lebih waspada terhadap potensi kecanduan gadget pada anak-anak dan segera mencari pertolongan jika melihat tanda-tanda gangguan perilaku akibat penggunaan teknologi berlebihan.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved