Berita Palembang
Lorong Jambu 36 Ilir Bak Kuburan, Diterpa Isu Ada Gerebekan Besar-besaran dari Polda Sumsel
Suasana di Lorong Jambu Jalan Kadir TKR Kelurahan 36 Ilir Palembang dalam beberapa hari belakangan sepi bak lokasi kuburan.
Penulis: Mat Bodok | Editor: tarso romli
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Siasana di Lorong Jambu Jalan Kadir TKR Kelurahan 36 Ilir Kecamatan Gandus Kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Sabtu (15/11/2025) bak kuburan.
Lantaran, warga di Lorong Jambu tersebut, diterpa isu akan adanya gerebekan dari pihak kepolisian Polda Sumsel ke "kampung narkoba" karena wilayah tersebut diidentifikasi sebagai basis atau pusat aktivitas peredaran dan penyalahgunaan narkotika yang signifikan dan terstruktur.
Tentunya, sebutan nama "kampung narkoba" bukanlah status administratif resmi, melainkan istilah deskriptif yang digunakan untuk menyoroti tingkat kerawanan dan urgensi penanganan masalah narkoba di daerah 36 Ilir.
Informasi didapat Sripoku.com, Lorong Jambu, persisnya berada di Jalan Kadir TKR 36 Ilir Palembang, tidak jauh dari salah satu supermarket Indomaret itu, tampak tidak ada pergerakan dalam bisnis terlarang.
Setelah melangkah kaki, menuju Lorong Jambu kurang lebih 50 meter ada tempat ibadah dan dilengkapi tempat pengajian anak-anak, TPA (Taman Pendidikan Alquran).
Tentunya, saban sore ramai oleh aktivitas anak-anak dan orang tua yang mendampingi anaknya belajar agama dengan membawa buku Iqro dan kitab Al-Qur'an di genggaman tangan kanan.
Dengan merebaknya isu akan adanya gerebekan dari pihak kepolisian Polda Sumsel, tentunya warga yang tidak ada kaitan dengan bisnis narkoba juga merasa jiwanya terancam.
"Sebenarnya dengan adanya isu bahwa Lorong Jambu akan ada gerebekan besar-besaran membuat resah kami yang tinggal disini," kata warga yang tidak mau disebutkan namanya, walaupun dirinya tidak terlibat tapi rasanya takut nanti jadi sasaran.
Baca juga: 2 Wanita Uzbekistan Ini Pura-pura Wisata ke Indonesia, Ternyata Pasang Tarif Rp15 Juta Sekali Kencan
"Karena, pemerintah atau penegak hukum telah memberikan gambaran secara jelas dan terperinci menyebutkan Lorong Jambu lokasi peredaran narkoba. Padahal, tidak semua orang terlibat dalam hal ini," ungkapnya yang meminta kepada pihak pemerintah agar membersihkan Lorong Jambu dari ungkapan "kampung narkoba".
Ditambahkan ibu-ibu rumah tangga, dengan adanya isu-isu bahwa akan adanya gerebekan, membuat orang tua menghentikan aktivitas keluar rumah. Karena takutnya, oknum petugas salah tangkap.
"Dengan adanya sebut nama "kampung narkoba" berarti pihak kepolisian telah mengantongi oknum warga yang ada kaitan dengan barang terlarang," ungkapnya yang meminta kepada pihak kepolisian jangan sampai membuat masyarakat resah seperti ini.
Warga yang tinggal di Lorong Jambu pada Sripoku.com, mengakui sudah sepekan ini mereka gelisah dan tidak nyaman melakukan aktivitas baik di dalam rumah maupun luar rumah.
"Untuk mengantar anak berangkat ke TPA saja, takut. Karena nanti menjadi korban peluru nyasar atau salah tangkap, lalu siapa yang harus bertanggungjawab," tegasnya.
Untuk diketahui, bahwa kerawanan sosial seperti tingkat kemiskinan, pengangguran, dan tingkat putus sekolah yang tinggi, sebab itu sering kali menjadi faktor pendorong kerentanan warga untuk terlibat dalam sindikat narkoba.
Lurah 36 Ilir Kecamatan Gandus Kota Palembang, MGS A Bar Yusuf ketika dikonfirmasi terkait wilayah di Lorong Jambu, menyebutkan sampai sejauh ini belum ada informasi tersebut dari Ketua RT dan RW.
"Belum tahu, karena Ketua RT dan RW belum ada laporan. Jadi kita berharap warga tetap tenang dan lakukan aktivitas seperti biasa," kata Lurah 36 Ilir.
Simak berita menarik lainnya di sripoku.com dengan mengklik Google News.
Baca juga: Sedih Berganti Bahagia, Motor Hilang Ditemukan Polsek SU II di TPU Naga Swidak Palembang
| Daftar 5 Nama Bakal Calon Ketua DPC PKB Palembang |
|
|---|
| Bangun Rumah Impian, Warga Palembang Malah Jadi Korban Penggelapan Pemborong, Uang Rp250 Juta Lenyap |
|
|---|
| Sosok Hermanto Syayuti, Kandidat Ketua PKB Palembang, Targetkan Kursi Pimpinan DPRD |
|
|---|
| Evaluasi Kemacetan, Pemkot Palembang Berencana Kurangi Durasi CFD Ampera Jadi 2,5 Jam |
|
|---|
| Pria Penjual Sarapan di Kuto Palembang Ini Viral Jadi Korban Bandit Curanmor, Sebut 'Qadarullah' |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Lorong-Jambu-bak-kuburan.jpg)