Demo di Palembang

Ribuan Massa Aksi di DPRD Sumsel, Gubernur Herman Deru dan Kapolda Pantau Perkembangan Lewat CCTV

Ribuan massa melakukan aksi unjuk rasa di halaman Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Tayang:
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Odi Aria
Tribunsumsel.com/Linda Trisnawati
PANTAU LEWAT CCTV- , Gubernur Sumsel Herman Daru bersama Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumsel Irjen Pol. Andi Rian R. Djajadi memantau aksi tersebut melalui layar CCTV dan siaran langsung Kompas TV di Auditorium Bina Praja, Kantor Gubernur Sumsel, Senin (1/9/2025). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG– Ribuan massa melakukan aksi unjuk rasa di halaman Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (1/9/2025).

Untuk memantau situasi secara langsung, Gubernur Sumsel Herman Daru bersama Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumsel Irjen Pol. Andi Rian R. Djajadi memantau aksi tersebut melalui layar CCTV dan siaran langsung Kompas TV di Auditorium Bina Praja, Kantor Gubernur Sumsel.

Selain Gubernur dan Kapolda, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel Edward Candra dan sejumlah pejabat terkait juga turut mendampingi dan mengikuti pantauan tersebut.

Di Auditorium Bina Praja, terdapat dua videotron besar dan satu televisi ukuran besar yang menayangkan langsung situasi aksi di lokasi.

Dua videotron menayangkan pantauan CCTV Polda Sumsel dari berbagai titik, antara lain Simpang Lima DPRD Provinsi Sumsel, Polda Sumsel, dan depan kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Sumsel. Sementara televisi besar menyiarkan siaran langsung dari Kompas TV.

Pantauan terakhir menunjukkan ribuan masa aksi sudah memasuki halaman Kantor DPRD Sumsel, dengan sebagian masih berada di Simpang Lima DPRD. Kondisi di lokasi hingga saat ini dilaporkan masih kondusif.

Untuk pengamanan, tidak terdapat pemasangan kawat berduri di sekitar lokasi.

Namun, personel Brimob dengan mobil kendaraan taktis (rantis) dan water cannon telah siaga standby di lokasi sebagai langkah antisipasi.

Buka Pagarnya

Ratusan mahasiswa dari Universitas PGRI Palembang mendatangi Kantor Gubernur Sumatera Selatan.

Namun, kedatangan mereka bukan untuk berdialog, melainkan sekadar "mampir" sebelum melanjutkan perjalanan ke Kantor DPRD Provinsi Sumsel.

Kedatangan mahasiswa ini terhenti di depan gerbang kantor Gubernur yang tertutup rapat dan dijaga ketat oleh anggota TNI.

Alhasil, para mahasiswa tidak bisa masuk untuk memarkirkan kendaraan mereka di dalam area kantor. Situasi ini memicu kekesalan mahasiswa.

"Buka pagarnya, kami ingin parkir di dalam," teriak salah satu mahasiswa yang tidak ingin disebutkan namanya, Senin (1/9).

Mahasiswa terlihat menggoyang-goyangkan pagar sambil meneriakkan tuntutan agar diizinkan masuk. Mereka khawatir jika memarkirkan kendaraan di luar halaman, keamanannya tidak terjamin.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved