Berita Palembang

Transaksi Emas di Palembang Malah Naik saat Harga Emas Meroket

"Kalau emas turun justru yang beli sepi karena masyarakat lebih percaya investasi emas bakal meroket jika harga jualnya saat naik,

Penulis: Hartati | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Hartati
Antrean di outlet Pegadaian terlihat ramai warga yang akan bertransaksi emas saat harga emas naik, Kamis (25/4/2024) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pegadaian mencatat minat masyarakat pada emas naik saat harga emas naik.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil III Palembang Dwi Hadi Atmaka, mengatakan minat masyarakat justru naik saat harga emas naik karena masih ada paradigma masyarakat percaya beli emas jika harga emas naik.

"Kalau emas turun justru yang beli sepi karena masyarakat lebih percaya investasi emas bakal meroket jika harga jualnya saat naik," ujar Dwi, Kamis (25/4/2024).

Dwi mengatakan penjualan emas di pegadaian hingga 31 Maret lalu sudah tercapai 31,5 kg dari target 100 kg.

Sementara itu setelah lebaran penjualan emas juga lebih ramai lagi karena harganya sempat memecahkan rekor penjualan tertinggi.

Dwi mengatakan transaksi emas pasca Idul Fitri naik 15 persen karena keperluan pembiayaan. Sementara itu dari sisi gadai saat lebaran naik sembilan persen.

Dwi menyebut masyarakat sudah paham dengan persiapan dana masa depan dan tabungan serta investasi emas jadi pilihan mereka untuk menyimpan keuangan di hari tua.

"Investasi emas mengikuti inflasi, dan nominal terus berubah, bergerak," katanya.

Pegadaian juga memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk berinvestasi emas karena adanya tabungan emas yang bisa ditabung dengan tabungan mulai Rp 12 ribu jika melalui mobile dan Rp 50 ribu jika langsung ke outlet pegadaian.(tnf)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved