Pusat Pertokoan Kota Lahat Kurang Pohon Peneduh
Kurangnya penghijauan di pusat pertokoan di tengah Kota serta penataan tempat pembuangan akhir (TPA), menjadi catatan minus Kota Lahat.
Penulis: Tommy Sahara | Editor: Soegeng Haryadi
Kurangnya penghijauan di pusat pertokoan di tengah Kota serta penataan tempat pembuangan akhir (TPA), menjadi catatan minus Kota Lahat.
Brahmana, ketua tim penilaian regional Sumatera, Minggu (17/3/2013) menjelaskan, pihaknya selama dua hari berturut-turut mengawasi 50 titik pantau yang ada di Kota Lahat. Kegiatan tersebut bertujuan untuk melakukan penilaian, guna menentukan pemenang piala Adipura terutama pada kategori kota sedang terbersih.
Namun ia enggan merinci hasil penilaian yang mereka lakukan, karena belum layak untuk dipublikasikan sebab masih harus diolah terlebih dahulu. Kemudian tim yang ia pimpin akan menyerahkan hasil penilaian pada koordinator di Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.
Brahmana hanya mengomentari kurangnnya penghijauan atau pohon peneduh, di lokasi pertokoan yang ada di pusat kota Lahat. Sebab bisa menjadi catatan minus, karena masuk dalam kategori penilaian yang cukup penting.
Selain itu penataan TPA juga harus dilakukan peningkatan, apalagi ada regulasi baru dari Kementerian Lingkungan Hidup yang lebih spesipik dalam mengelolaannya.
"Pohon peneduh di pertokoan dan TPA, yang masih belum optimal. Namun untuk lokasi lain sudah cukup baik," ujar Brahmana singkat, seusai bertemu Bupati Lahat.