Bripda Tri Farhan Kabur di Hari Nikah

KONDISI Sukmawati Ditinggal Kabur Bripda Tri Farhan di Hari Pernikahan, Psikolog Gorontalo Bersuara

Kondisi dialami Sukmawati sontak mendapat perhatian Psikolog Gorontalo, Temmy Andreas Habibie.

Editor: pairat
TribunGorontalo.com/Hand Over
KONDISI SUKMAWATI DIUNGKAP - Psikolog Gorontalo, Temmy Andreas Habibie S.Psi., M.Psi (kanan). Foto prewedding Bripda Tri Farhan dan Sukmawati (kiri). Kini Psikolog Gorontalo menyoroti dampak gagal menikah bagi perempuan. 

SRIPOKU.COM – Begini kondisi Sukmawati usai ditinggal kabur Bripda Tri Farhan di hari pernikahannya, kini Psikolog Gorontalo buka suara.

Sebelumnya nasib pilu menimpa Sukmawati Rahman (24), ia harus batal menikah lantaran pujaan hatinya, Bripda Tri Farhan Mahieu tak datang saat hari bahagia itu tiba.

Pembatalan ini terjadi lantaran Bripda Farhan tiba-tiba menghilang pada hari pernikahan mereka, Sabtu (9/8/2025).

Kondisi dialami Sukmawati sontak mendapat perhatian Psikolog Gorontalo, Temmy Andreas Habibie.

Pria bernama lengkap Temmy Andreas Habibie, S.Psi., M.Psi., dikenal sebagai psikolog klinis. Temmy berdedikasi dalam bidang kesehatan mental di Provinsi Gorontalo.

Ia merupakan Tenaga ahli di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Gorontalo.

FOTO PREWED - Foto-foto prewed Bripda Tri Farhan Mahieu dan Sukmawati H. Rahman. Keduanya batal menikah lantaran mempelai laki-laki tiba-tiba tak datang ke pernikahan mereka di Gorontalo pada Sabtu (9/8/2025) hingga mempelai wanita dan ibunya pingsan.
FOTO PREWED - Foto-foto prewed Bripda Tri Farhan Mahieu dan Sukmawati H. Rahman. Keduanya batal menikah lantaran mempelai laki-laki tiba-tiba tak datang ke pernikahan mereka di Gorontalo pada Sabtu (9/8/2025) hingga mempelai wanita dan ibunya pingsan. (kolase istimewa/TribunGorontalo.com)

Baca juga: PENYEBAB Kaburnya Bripda Tri Farhan di Hari Pernikahan Terungkap, Dansat Brimob Gorontalo Buka Suara

Alumnus Universitas Negeri Makassar ini menjelaskan bahwa kasus batal menikah di hari H dapat menimbulkan masalah psikologis yang jauh lebih berat. 

Korban bisa mengalami guncangan hebat, histeris, dan bahkan menyalahkan orang lain atau dirinya sendiri.

Dampak bagi Sukmawati Rahman

Temmy menegaskan bahwa dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar  sangat krusial agar Sukmawati bisa segera pulih.

Ia mengingatkan masyarakat, terutama tetangga dan orang terdekat, untuk tidak memperburuk keadaan dengan komentar atau stigma negatif. 

"Jangan membicarakan hal itu di depan mereka, atau bahkan memberi stigma dan diskriminasi kepada mereka," ujar Temmy kepada TribunGorontalo.com, Rabu (13/8/2025).

Tekanan berat akibat peristiwa ini bisa memicu reaksi psikologis yang berbeda pada setiap orang. 

Ada yang mampu bangkit dengan cepat, tetapi ada juga yang berisiko mengalami stres akut hingga trauma. 

Temmy menjelaskan, "Apakah hal ini berdampak jangka panjang atau tidak, tentu tergantung pada kerentanan psikologis yang bersangkutan." 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved