Berita Muratara

Pendemo di Muratara Histeris hingga Bersimpuh di Kaki Fauzi Amro, Minta Tambang Emas Ilegal Ditutup

Sejumlah pendemo terlihat histeris hingga bersujud di kaki Fauzi Amro, sambil memohon agar PETI di Muratara ditutup sepenuhnya.

Penulis: Eko Mustiawan | Editor: tarso romli
Tangkapan layar Instagram Info Muratara
BERSIMPUH DI KAKI - Pendemo meminta bantuan anggota DPR RI Fauzi Amro agar menutup sepenuhnya tambang emas ilegal (PETI) di Muratara. Beberapa di anataranya rela bersimpuh di kaki Fauzi Amro, Selasa (5/8/2025). 

SRIPOKU.COM, MURATARA -- Untuk kesekian kalinya, puluhan warga dari Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), kembali melakukan aksi unjuk rasa pada Selasa (5/8/2025).

Aksi tersebut dilakukan dengan tujuan yang sama yakni penutupan tambang ilegal atau pertambangan emas tanpa izin (PETI), yang membuat warga kesusahan.

Sebab, tambang ilegal tersebut dinilai warga merusak alam hingga mencemari aliran sungai yang selama ini menjadi sumber kehidupan bagi sejumlah warga desa di Muratara. 

Usai menyampaikan aspirasinya, para pendemo tersebut kemudian ditemui oleh Anggota DPR RI, Fauzi Amro yang merupakan putra daerah asli Muratara. 

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah pendemo terlihat histeris hingga bersujud di kaki Fauzi Amro, dengan ucapan memohon agar PETI di Muratara ditutup sepenuhnya.

"Dompeng ditutup, PETI juga ditutup, pokoknya mana yang merusak alam itu dikeluarkan pak dari Ulu Rawas," ucap salah satu pendemo. 

"Kami bakal sujud, kami cium telapak kaki bapak. Kami mintak tolong, kami tidak tau lagi mau ngadu ke siapa. Karena bapak adalah putra daerah kami Muratara," lanjut warga yang terlihat menangis histeris. 

"Tolong pak, kami butuh keadilan," ucap seorang ibu yang ikut demo seraya bersujud di kaki Fauzi Amro.

Warga menilai, sudah tidak ada tempat lagi untuk mengadu. Bahkan, sebagai rakyat kecil, masyarakat akan tetap salah, bahkan jika bertindak pun salah. 

"Jadi mohon sekali kami dengan pak Fauzi Ke Bupati sudah, Wakil Bupati sudah, Kapolres juga sudah, tapi tidak ada tanggapan. Mohon-mohon, tutup yang namanya PETI. Hanya itu permintaan kami, tidak ada yang lain, sebelum ada korban pak," tambahnya.

Menanggapi keluhan warga tersebut, Anggota DPR RI, Fauzi Amro mengaku turut prihatin dengan kasus yang terjadi di Kabupaten Muratara.

"Saya turut prihatin, Muratara ini tanah kelahiran saya, tempat saya dibesarkan," kata Fauzi Amro yang disambut teriakan para pendemo.

Fauzi mengaku, soal PETI tidak hanya terjadi di Kabupaten Muratara saja, tapi terjadi hampir di seluruh Kabupaten/Kota. 

"Namun, yang saya agak prihatin itu hampir 40-50 desa air sungainya rata-rata keruh. Di dalamnya ada kandungan campuran merkuri, jadi siapa yang mandi di air sungai rawas itu pasti gatal, jadi kurap," tegas Fauzi.

Di hadapan masyarakat Muratara, Fauzi Amro menyampaikan beberapa pesan Kapolda, bahkan soal PETI di Muratara ini harus diselesaikan.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved