Pintar Kemenag
Seorang Peneliti Mengerjakan Penelitian dan Merasa Tertekan untuk Menghasilkan Data, Modul 3.6 MOOC
Etika dalam penelitian menuntut kejujuran, objektivitas, dan integritas ilmiah.
Penulis: Rizka Pratiwi Utami | Editor: Rizka Pratiwi Utami
SRIPOKU.COM - Kunci jawaban MOOC Pintar Kemenag Penanganan Academic Misconduct 3.6 Penanganan Academic Misconduct.
Jawaban pelatihan pada modul Penanganan Academic Misconduct - Bagian 2 ini bisa menjadi referensi bagi Bapak/Ibu Guru yang sedang mengikuti pelatihan MOOC Pintar Kemenag.
3. Seorang peneliti sedang mengerjakan penelitian dan merasa tertekan untuk menghasilkan data yang sesuai dengan hipotesis awal. Apa yang seharusnya dia lakukan untuk menjaga etika penelitian..
A. Mengabaikan hasil yang tidak sesuai dengan hipotesis dan hanya melaporkan data yang mendukungnya
B. Menyusun data secara jujur dan melaporkan temuan yang sebenarnya meskipun hasilnya tidak sesuai dengan harapan
C. Mengubah data agar mendukung hipotesis yang diinginkan untuk mempercepat proses publikasi
D. Membagikan data yang telah diubah kepada kolega untuk mendapatkan umpan balik yang lebih baik
Jawaban: B
Penjelasan:
Etika dalam penelitian menuntut kejujuran, objektivitas, dan integritas ilmiah.
Seorang peneliti wajib melaporkan data sebagaimana adanya, tanpa manipulasi atau penyembunyian, meskipun hasilnya tidak sesuai dengan hipotesis awal atau harapan pribadi.
Dalam proses ilmiah, hasil yang tidak sesuai dengan hipotesis tetap bernilai karena bisa:
- Memberi arah baru bagi penelitian lanjutan.
- Menunjukkan bahwa dugaan awal perlu direvisi.
- Menambah pengetahuan objektif tentang suatu fenomena.
Baca juga: Apa yang Menjadi Tantangan Terbesar dalam Menegakkan Sanksi Terhadap Pelanggar Academic Misconduct
Jawaban soal lainnya:
1.Apa langkah terakhir dalam investigasi academic misconduct...
A. Mendokumentasikan seluruh proses investigasi
Pintar Kemenag
MOOC Pintar Kemenag
Seorang Peneliti Mengerjakan Penelitian dan Merasa
MOOC
Modul 3.6
Modul 3.6 Penanganan Academic Misconduct
Penanganan Academic Misconduct
Pelatihan Penanganan Academic Misconduct
| Seorang Guru Sering Menggunakan Ancaman Agar Siswa Patuh, Dalam Kerangka 5 Tipe Koneksi, Modul 6.15 |
|
|---|
| Dalam Klasifikasi Tipe Koneksi, Posisi Mana yang Merupakan Satu-satunya Tipe Membangun, Modul 6.15 |
|
|---|
| Manakah Perbedaan Mendasar Antara Tipe Penghukum. dan Pembuat Merasa Bersalah, Modul 6.15 |
|
|---|
| Strategi Name It To Tame It, Sebutkan untuk Jinakkan Dilakukan dengan Cara Menamai Emosi, Modul 6.15 |
|
|---|
| Bagian Diakhiri Koneksi Lagi dalam Jurus Burger, Seperti Kalimat Saya Percaya Kamu Bisa, Modul 6.15 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Seorang-Peneliti-Mengerjakan-Penelitian-dan-Merasa-Tertekan-untuk-Menghasilkan-Data-Modul-36-MOOC.jpg)