Pesta Rakyat Jadi Duka, Ternyata Dedi Mulyadi Larang Acara di Pernikahan Putranya, Dilanggar EO

Dari pernikahan Maula Akbar dan Wabup Garut itu, memakan korban yang berdesakan saat mengambil makanan gratis.

Youtube Tribun Jabar
Gelaran makan gratis dalam rangkaian kegiatan pernikahan Wakil Bupati Garut Putri Karlina dan Maula Akbar putra Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memakan korban yang meninggal dunia. Peristiwa tersebut terjadi di gerbang barat alun-alun Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (18/7/2025). 

SRIPOKU.COM - Pernikahan Maula Akbar dan Putri Karlina kini berujung duka.

Pesta rakyat yang seharusnya membuat rakyat bahagia kini menyisahkan tiga keluarga berduka.

Ya, dari pernikahan Maula Akbar dan Wabup Garut itu, memakan korban yang berdesakan saat mengambil makanan gratis.

Hal itu pun tak luput menjadi sorotan di tengah kabar bahagia pernikahan putra Dedi Mulyadi.

Namun sebiah fakta terungkap, ternyata Dedi Mulyadi sempat melarang adanya pesta rakyat.

Sayang hal tersebut dilanggar hingga memakan korban jiwa.

MINTA MAAF - Putra sulung Dedi Mulyadi Maula Akbar yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Partai Gerindra dan Putri Karlina yang juga Wakil Bupati Garut dan anak dari Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto, Sabtu (19/07/2025) memberikan keterangan pers di rumah dinas Wakil Bupati Garut di Jalan Patriot, Sukagalih Tarogong Kidul(KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANG)
MINTA MAAF - Putra sulung Dedi Mulyadi Maula Akbar yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Partai Gerindra dan Putri Karlina yang juga Wakil Bupati Garut dan anak dari Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto, Sabtu (19/07/2025) memberikan keterangan pers di rumah dinas Wakil Bupati Garut di Jalan Patriot, Sukagalih Tarogong Kidul(KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANG) (KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARAN)

Baca juga: JANGAN Sampai Jadi Duka, Peringatan Tegas Ibu Vania, Korban Pesta Rakyat Anak Dedi Mulyadi

Dalam acara pesta rakyat makan gratis yang diberikan Maula Akbar dan Putri Karlina berujung tragis, 3 orang tewas.

Insiden nahas ini terjadi di Lapangan Oto Iskandar Dinata, Kabupaten Garut, pada Jumat (18/7/2025) sore.

Suasana yang semula penuh antusias mendadak berubah menjadi duka mendalam dan menyisakan perhatian besar soal kelalaian dan tanggung jawab pihak penyelenggara.

Event Organizer (EO) syukuran pernikahan anak Dedi Mulyadi mengatakan, kegiatan ini sejatinya diwanti-wanti dilarang dilakukan oleh Dedi Mulyadi.

Sebab, acara makan gratis diyakini bisa mengumpulkan banyak massa di lokasi acara.

Benar saja, saat kejadian para masyarakat membludak hingga berdesakan.

"Pak gubernur sempat melarang kegiatan untuk mengundang massa," kata Rizal dikutip dari Kompas.com.

"Ada makanan gratis yang sejak awal sudah dilarang oleh Pak Gubernur," ujar Rizal.

Atas peristiwa itu, Rizal mewakili pihak EO menyampaikan permintaan maaf.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved