Kapal Nelayan Ditembak di Banyuasin

Ditembak Pria Berbaju Loreng dari Perahu Karet, Kronologi Kapal Nelayan di Sungai Sembilang Ditembak

Kronologi penembakan kapal nelayan saat berlayar di kawasan Sungai Sembilang, Kabupaten Banyuasin, Sumsel pada Sabtu (12/7/2025) siang.

Editor: Refly Permana
rahmad/tribunsumsel.com
Rusdianto (53) kapten kapal nelayan asal Sungsang yang ditembaki ketika melaut di kawasan Sungai Sembilang, Kabupaten Banyuasin saat dijumpai di Rumah Sakit Islam Ar Rasyid Palembang, Minggu (13/7/2025). Rusdianto menyaksikan detik-detik peristiwa kapalnya ditembaki. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kronologi penembakan kapal nelayan saat berlayar di kawasan Sungai Sembilang, Kabupaten Banyuasin, Sumsel pada Sabtu (12/7/2025) siang.

Peristiwa ini menyebabkan seorang nelayan bernama Yogi Pratama (26) menderita luka tembak.

Ia baru saja selesai operasi dan masih dirawat itensif di RS Ar Rasyid PAlembang hingga Minggu (13/7/2025).

Rusdianto (53), kapten kapal pompong, mengaku menyaksikan peristiwa tersebut.

Saat dijumpai Minggu (13/7/2025), ia mengatakan, berada satu kapal bersama Yogi (korban), Adi (28), Iyan (20), dan Bayu (20). 

Sedangkan di kapal satunya berisi empat orang, Ishak (kapten kapal), Ipin, Ipal, dan Kandar.

Rusdianto mengatakan peristiwa yang terjadi pada Sabtu (12/7/2025) sekitar pukul 13:00 WIB.

Berawal ketika ia bersama delapan orang lainnya menjaring ikan di perairan Birik. 

"Kami berangkat dua kapal, satu kapal saya isi lima orang satunya lagi berisi empat orang awak," Rusdianto saat dijumpai di Rumah Sakit Islam Ar-Rasyid.

Kemudian, sebuah kapal melintas berpapasan dan balik arah.

Ketika itu, rombongan Rusdianto ada yang menjaring ikan dan kapal tengah berlayar menuju arah pulang.

Baca juga: Nasib Yoga Pasca Kapal Nelayan Sungsang Ditembak di Sungai Sembilang, Kami Cari Ikan bukan Nyuri

"Kami berpapasan dengan kapal perang dari arah Bangka, kapal itu lalu putar balik," katanya.

Karena kapal tersebut terlihat putar arah Rusdianto mengingatkan anak buahnya untuk berhati-hati. 

"Saya bilang ada kapal patroli, hati-hati ke anak buah saya. Posisi kami di perairan laut Tanjung Birik tapi agak maju lagi," katanya.

Lalu kapal tersebut semakin mendekat lantaran itu, Rusdianto bersama anak buahnya menjauh dari kapal tersebut. 

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved