Kapal Nelayan Ditembak di Banyuasin

Didalami Pihak Pomal, Kata Polisi Soal Kapal Nelayan Ditembak di Sungai Sembilang

Aparat kepolisian memberi keterangan terkait insiden kapal nelayan ditembak saat berada di kawasan Sungai Sembilang

Editor: Refly Permana
rahmad/tribunsumsel.com
Rusdianto (53) kapten kapal nelayan asal Sungsang yang ditembaki ketika melaut di kawasan Sungai Sembilang, Kabupaten Banyuasin saat dijumpai di Rumah Sakit Islam Ar Rasyid Palembang, Minggu (13/7/2025). Rusdianto menyaksikan detik-detik peristiwa kapalnya ditembaki. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Aparat kepolisian memberi keterangan terkait insiden kapal nelayan ditembak saat berada di kawasan Sungai Sembilang, Kabupaten Banyuasin, Sumsel pada Sabtu (12/7/2025) siang.

Insiden itu membuat seorang nelayan bernama Yogi Pratama (26) tertembak.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mukmin Wijaya, mengatakan penyelidikan peristiwa tersebut diselidiki oleh Pomal.

"Informasi dari Dirpolairud penyelidikan kasus penembakan itu ditangani oleh Pomal (Polisi Militer Angkatan Laut)," kata Nandang saat dikonfirmasi, Minggu (13/7/2025).

Terkait lokasi penembakan dan kronologinya ia mengaku tidak terlalu mengetahui, sebab sudah menjadi ranah Pomal.

"Kalau soal kronologi dan lokasi, bagusnya tanya ke Pomal karena penyelidikannya disana," sambungnya.

Baca juga: Ditembak Pria Berbaju Loreng dari Perahu Karet, Kronologi Kapal Nelayan di Sungai Sembilang Ditembak

Rusdianto (53), kapten kapal pompong, mengaku menyaksikan peristiwa tersebut.

Saat dijumpai Minggu (13/7/2025), ia mengatakan, berada satu kapal bersama Yogi (korban), Adi (28), Iyan (20), dan Bayu (20). 

Sedangkan di kapal satunya berisi empat orang, Ishak (kapten kapal), Ipin, Ipal, dan Kandar.

Rusdianto mengatakan peristiwa yang terjadi pada Sabtu (12/7/2025) sekitar pukul 13:00 WIB.

Berawal ketika ia bersama delapan orang lainnya menjaring ikan di perairan Birik. 

"Kami berangkat dua kapal, satu kapal saya isi lima orang satunya lagi berisi empat orang awak," Rusdianto saat dijumpai di Rumah Sakit Islam Ar-Rasyid.

Kemudian, sebuah kapal melintas berpapasan dan balik arah.

Ketika itu, rombongan Rusdianto ada yang menjaring ikan dan kapal tengah berlayar menuju arah pulang.

"Kami berpapasan dengan kapal perang dari arah Bangka, kapal itu lalu putar balik," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved