Harga Cabai

Harga Cabai Naik Tajam di Pasar Martapura OKU Timur Hari Ini 29 Juni, Bawang Merah Turun

Kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas cabai dan tomat, sementara bawang merah dan putih justru turun harga.

Penulis: Choirul Rahman | Editor: Odi Aria
Tribunsumsel.com/Choirul
HARGA CABAI NAIK -- Seorang pedagang sayuran di Pasar Martapura tengah menata cabai dagangannya, Minggu (28/06/2025). Kenaikan harga dipicu oleh minimnya pasokan dari petani. 

SRIPOKU.COM, MARTAPURA– Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Martapura, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, mengalami fluktuasi tajam dalam sepekan terakhir. 

Kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas cabai dan tomat, sementara bawang merah dan putih justru turun harga.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga cabai rawit melonjak dari Rp 35.000 menjadi Rp 45.000 per kilogram. Cabai merah keriting turut mengalami kenaikan dari Rp 30.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.

Sementara cabai merah biasa naik dari Rp28.000 menjadi Rp35.000 per kilogram. 

Tomat bahkan mengalami lonjakan dua kali lipat dari Rp8.000 menjadi Rp16.000 per kilogram.

Di sisi lain, harga bawang justru menunjukkan penurunan. Bawang merah yang sebelumnya dijual Rp43.000 kini turun menjadi Rp37.000 per kilogram, dan bawang putih dari Rp36.000 menjadi Rp30.000 per kilogram.

Kenaikan harga ini disebut-sebut akibat terbatasnya pasokan dari petani, sementara permintaan tetap tinggi menjelang musim-musim hajatan dan acara keagamaan di masyarakat.

Salah satu pedagang sayuran di Pasar Martapura, Ibu Reni (45), mengaku terpaksa menaikkan harga cabai karena pasokan dari pengepul terus menurun sejak beberapa hari terakhir.

"Kami juga bingung, stok dari petani sangat terbatas. Katanya karena cuaca sering hujan, tanaman cabai banyak yang gagal panen.

Biasanya saya bisa ambil lima keranjang cabai rawit, sekarang cuma dapat dua. Otomatis harga ikut naik, apalagi permintaan dari pembeli tetap tinggi," ungkap Reni, saat ditemui di lapaknya, Minggu (29/6/2025).

Hal senada juga disampaikan oleh pedagang lain, Herman (50), menambahkan bahwa kondisi seperti ini sering terjadi menjelang pertengahan tahun.

"Sudah biasa naik begini, apalagi kalau masuk musim hajatan atau banyak acara nikahan. Permintaan meningkat, tapi barang nggak ada.

Kami juga serba salah, kalau harga dipertahankan, ya rugi. Tapi kalau dinaikkan, pembeli banyak yang ngeluh," ujarnya.

Sementara itu, di sisi pembeli, keluhan pun terdengar dari ibu rumah tangga yang sehari-hari berbelanja untuk kebutuhan dapur.

Siti Maulida (38), warga Dusun Tebat Sari, Kecamatan Martapura, mengaku terkejut dengan harga cabai yang naik drastis.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved