Berita MUBA

Belajar Mengurus Jenazah, Warga Binaan Lapas Sekayu Dalami Ilmu Agama di Masjid Darut Taubah

Ratusan warga binaan berkumpul bukan untuk menerima hukuman, melainkan belajar mengurus jenazah di Masjid Darut Taubah untuk bekal ke masyarakat.

Tayang:
Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: tarso romli
sripoku.com/fajeri ramadhoni
PELATIHAN URUS JENAZAH - Warga binaan Lapas Sekayu dengan serius mengikuti pelatihan mengurus jenazah yang digelar di Masjid Darut Taubah, Sabtu (31/5/2024). Kegiatan ini menjadi bagian dari pelatihan spiritual untuk membekali mereka dengan pengetahuan keagamaan yang bermanfaat setelah bebas nanti. 

SRIPOKU.COM, SEKAYU -- Di balik dingginya tembok Lapas Sekayu, sejumlah warga binaan tampak melakukan aktivitas yang tidak biasa, Sabtu (31/5/2025). Di Masjid Darut Taubah Lapas Sekayu, ratusan warga binaan berkumpul bukan untuk menerima hukuman, melainkan ilmu yang bisa menjadi bekal berharga kelak saat mereka kembali ke tengah masyarakat.

Di mana, sejumlah warga binaan menerjma sebuah pelatihan pengurusan jenazah diadakan, dengan fokus pada tata cara mengkafani sesuai ajaran Islam.

Latihan ini bukan sekedar rutinitas, melainkan bagian dari program pelatihan rohani yang selama ini dijalankan oleh pihak lapas. Para warga binaan diajak memahami proses pemulasaran jenazah, dimulai dari memandikan hingga membungkus jenazah dengan kain kafan secara benar.

Di tengah kesunyian ruangan, setiap gerakan instruktur disimak dengan penuh perhatian. Bagi sebagian dari mereka, ini adalah pengalaman pertama mengenal langsung praktik keagamaan yang begitu penting.

Kepala Lapas Sekayu, Aris Sakuriyadi, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memperkaya sisi spiritual warga binaan. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah kecil untuk perubahan besar dalam diri mereka.

“Banyak yang datang ke sini melalui masa lalu yang kelam, tapi bukan berarti masa depan mereka harus gelap juga,” ujarnya.

Pelatihan yang dilaksanakan ini menjadi salah satu bekal warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih bermanfaat setelah bebas nanti.

“Tujuan tidak lain untuk mereka bebas nanti agar lebih bermnafaat di masyarakat saat dibutuhkan. Karena ilmu seperti ini sudah jarang kita temukan kecuali benar-benar belajar dan manfaatnya sangat banyak,”ungkapnya.

Pelatihan ini menjadi salah satu bukti bahwa penjara tidak hanya menjadi tempat otonomi, tetapi juga ruang pelatihan.

“Melalui pendekatan spiritual dan pendidikan keagamaan, Lapas Sekayu mencoba menanamkan nilai-nilai yang akan tetap tumbuh bahkan setelah para warga binaan melewati masa pidananya,” tutupnya.

MB salah satu warga binaan tampak mengikuti setiap instruksi dengan saksama. Setelah sesi selesai, ia mengungkapkan betapa berharganya pelatihan tersebut baginya.

"Dulu saya tidak tahu bagaimana cara mengurus jenazah dengan benar. Sekarang saya merasa lebih siap jika kelak harus membantu masyarakat. Ilmu ini tidak semua orang punya," ungkapnya. 

Simak berita menarik lainnya di sripoku.com dengan mengklik Google News.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved