Kunci Jawaban

Contoh Studi Kasus Tugas PPG Kemenag 2025, Optimalisasi Media Pembelajaran Digital di MI/MTs/MA

Berikut ini disajikan contoh isian Studi Kasus Tugas PPG Kemenag Optimalisasi Media Pembelajaran Digital di MI/MTS/MA yang dapat dipelajari.

Penulis: Siti Umnah | Editor: Siti Umnah
Freepik.com
ILUSTRASI KUNCI JAWABAN : Berikut ini disajikan contoh isian Studi Kasus Tugas PPG Kemenag Optimalisasi Media Pembelajaran Digital di MI/MTS/MA yang dapat dipelajari.(Freepik.com) 

SRIPOKU.COM - Berikut ini disajikan contoh isian Studi Kasus Tugas PPG Kemenag Optimalisasi Media Pembelajaran Digital di MI/MTS/MA Tahun 2025.

Studi Kasus Tugas PPG adalah sebuah narasi yang menggambarkan pengalaman nyata seorang guru dalam menghadapi suatu permasalahan atau tantangan dalam proses pembelajaran.

Tujuan tes Studi Kasus Tugas PPG Kemenag adalah untuk mengukur kemampuan mahasiswa PPG Guru Tertentu 2025 dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah pembelajaran.

Baca juga: Contoh Studi Kasus Tugas PPG Kemenag Tahun 2025, Meningkatkan Kualitas LKPD di SD Harapan Bangsa

Baca juga: Contoh Studi Kasus Tugas PPG Kemenag Tahun 2025, Meningkatkan Kualitas LKPD di TK Al-Fitrah

Studi Kasus: Optimalisasi Media Pembelajaran Digital di MI/MTS/MA ….

1. Masalah yang Pernah Dialami

MI/MTS/MA ….. adalah salah satu sekolah menengah pertama yang berlokasi di pinggiran kota. Seiring berkembangnya teknologi, sekolah ini mulai menerapkan media pembelajaran digital seperti LCD proyektor, platform pembelajaran daring, dan video interaktif. Namun, implementasinya tidak berjalan mulus.

Masalah utama yang muncul adalah rendahnya efektivitas penggunaan media digital oleh guru dan siswa. Banyak guru belum terlatih secara optimal dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran, sehingga cenderung kembali pada metode ceramah tradisional. Selain itu, beberapa guru merasa canggung menggunakan perangkat digital dan menganggapnya menyulitkan. Di sisi lain, tidak semua siswa memiliki perangkat pribadi seperti laptop atau tablet untuk mengakses materi secara mandiri, terutama di rumah.

Akibatnya, penggunaan media pembelajaran digital hanya terjadi secara terbatas dan tidak konsisten. Hal ini berdampak pada motivasi belajar siswa yang cenderung menurun, karena materi disampaikan dengan cara yang monoton dan kurang interaktif. Banyak siswa mengeluhkan kebosanan dalam pembelajaran, serta kurang memahami materi akibat penyampaian yang tidak sesuai dengan gaya belajar mereka.

2. Mencari Solusi

Menyadari permasalahan ini, pihak sekolah bersama tim kurikulum dan teknologi informasi membentuk sebuah tim kecil yang bertugas mengidentifikasi akar masalah dan mencari solusi yang relevan. Setelah melalui serangkaian diskusi dan survei terhadap guru dan siswa, ditemukan bahwa pelatihan penggunaan media pembelajaran dan peningkatan fasilitas menjadi prioritas utama.

Langkah pertama yang diambil adalah menyelenggarakan workshop pelatihan bagi guru-guru dalam penggunaan media pembelajaran digital. Workshop ini meliputi pelatihan penggunaan proyektor interaktif, aplikasi seperti Google Classroom dan Canva, serta teknik membuat video pembelajaran sederhana.

Langkah kedua adalah menyediakan fasilitas shared device di sekolah. Melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan sponsor dari mitra swasta, sekolah memperoleh bantuan beberapa unit tablet yang dapat digunakan siswa secara bergiliran. Sekolah juga meningkatkan koneksi internet dan menyediakan ruang belajar digital yang bisa diakses siswa sebelum dan sesudah jam pelajaran.

Tak kalah penting, sekolah mulai menyusun bank materi pembelajaran digital yang diunggah secara berkala ke platform pembelajaran daring. Guru didorong untuk mulai mengembangkan media kreatif, seperti video pembelajaran, kuis digital, dan infografis.

3. Keberhasilan Solusi

Setelah enam bulan implementasi, perubahan mulai terlihat. Guru-guru menjadi lebih percaya diri dan kreatif dalam menyampaikan materi menggunakan media digital. Beberapa guru bahkan mulai membuat kanal YouTube kelas untuk membagikan materi secara menarik dan mudah diakses siswa dari rumah.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved