Berita OKU Timur

Terobos Palang, Kakek 80 Tahun di OKU Timur Kritis Dihantam Babaranjang

Pagi yang nahas di perlintasan kereta api No. 40, Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, Sabtu (26/4/2025)

Penulis: Choirul OKUT | Editor: Yandi Triansyah
Dokumen polisi
KORBAN KECELAKAAN - Petugas Polres OKU Timur memantau kondisi Badaruddin, korban kecelakaan sepeda motor yang tertabrak Kereta Api Babaranjang, saat dirawat intensif di RSUD Martapura, Sabtu (26/4/2025). Korban mengalami luka berat. 

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Pagi yang nahas di perlintasan kereta api No. 40, Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, Sabtu (26/4/2025) pukul 06.15 WIB, seorang petani lanjut usia dihantam kereta api. 

Badaruddin (80), warga Desa Peracak, Kecamatan Bunga Mayang, kini berjuang untuk hidupnya setelah sepeda motor yang dikendarainya bertabrakan dengan kereta api Babaranjang bermuatan batu bara.

Pagi itu, Badaruddin mengendarai sepeda motor Honda Astrea Grand hitam bernomor polisi BG 8128 MM.

Tujuannya adalah Kelurahan Bukit Sari, Martapura. Namun, takdir berkata lain di perlintasan tanpa ampun itu.

Saleh Imran (46), seorang petugas keamanan Stasiun KA Martapura yang menjadi saksi mata kejadian pilu ini, menuturkan detik-detik mencekam sebelum kecelakaan terjadi.

Menurutnya, palang pintu perlintasan sudah jelas menutup, menandakan bahaya akan datang. Namun, korban diduga kuat memaksakan diri untuk tetap melaju, menerobos rambu peringatan yang sudah jelas terpampang.

Nahas tak terhindarkan. Kereta api Babaranjang dengan nomor perjalanan 4003, yang melaju kencang dari arah Tanjung Enim menuju Lampung, menghantam bagian belakang sepeda motor Badaruddin.

Benturan keras tak terelakkan, tubuh renta sang kakek terpental ke sisi rel.

Akibat hantaman maut itu, Badaruddin mengalami luka parah. Tulang pangkal paha sebelah kirinya patah, dan luka lecet menghiasi lengan kirinya.

Warga sekitar yang menyaksikan kejadian mengerikan itu segera memberikan pertolongan pertama dan melarikannya ke RSUD Martapura.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi Badaruddin dilaporkan masih kritis, terbaring lemah di ranjang rumah sakit.

Sepeda motor Honda Astrea Grand milik korban, yang ringsek akibat benturan, kini diamankan pihak kepolisian sebagai barang bukti. Kerugian materi akibat kecelakaan ini ditaksir mencapai Rp1.000.000.

Kapolres OKU Timur AKBP Kevin Leleury SIK MSi, melalui Kasat Lantas Panca Mega Surya, SH, MH, membenarkan terjadinya kecelakaan tragis tersebut. Pihaknya pun tak henti-hentinya mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat, untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama saat melintasi rel kereta api.

"Perlintasan kereta api adalah zona berbahaya yang seringkali menjadi lokasi kecelakaan. Kami kembali mengingatkan para pengguna jalan untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas dan memperhatikan palang pintu perlintasan. Jangan pernah mencoba menerobos palang yang sudah tertutup, meskipun merasa terburu-buru. Ingatlah, keselamatan jauh lebih berharga daripada sekadar mengejar waktu," tegas Kasat Lantas.

Lebih lanjut, Kasat Lantas menekankan pentingnya kesabaran saat berhadapan dengan perlintasan kereta api. Pihak kepolisian berharap, tragedi yang menimpa Badaruddin ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.

"Ketika palang pintu perlintasan sudah mulai menutup atau lampu peringatan berbunyi, berhentilah sejenak. Bersabarlah menunggu kereta api melintas. Lebih baik terlambat beberapa menit daripada harus kehilangan nyawa di rel kereta api," pungkasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved