Peternak Sumsel Menjerit, Harga Ayam Broiler Terus Turun, Daya Beli Masyarakat Lemah

Harga ayam broiler di Sumatera Selatan terus mengalami penurunan signifikan. Ketua Asosiasi Masyarakat Peternak Sumsel, Ismaidi Chaniago

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: adi kurniawan
tribunsumsel/eko
Teti saat menyusun ayam broiler daganganya di Pasar Inpres Kota Lubuklinggau. Peternak Sumsel Menjerit, Harga Ayam Broiler Terus Turun, Daya Beli Masyarakat Lemah 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Harga ayam broiler di Sumatera Selatan terus mengalami penurunan signifikan. Ketua Asosiasi Masyarakat Peternak Sumsel, Ismaidi Chaniago, mengungkapkan bahwa harga ayam di tingkat peternak (on farm) yang terpublikasi adalah Rp 12 ribu per kilogram. Namun, harga riil di lapangan saat ini berkisar antara Rp 10 ribu hingga Rp 11 ribu per kilogram.

"Harga riil sudah jalan Rp 10 ribu - Rp 11 ribu. Karena untuk pulau Jawa sudah di range Rp 10 ribu sampai Rp 14 ribu per kg," ujarnya saat dikonfirmasi pada Senin (21/4/2025).

Ismaidi pesimis mengenai kapan harga ayam broiler akan kembali stabil. Menurutnya, lemahnya permintaan menjadi faktor utama penyebab kondisi ini. Ia menilai bahwa teori ekonomi yang biasanya berlaku tidak lagi relevan untuk komoditas ayam broiler saat ini.

"Seharusnya ketika harga turun permintaan akan banyak. Tapi nyatanya tidak demikian. Artinya bukan daya beli masyarakat yang hilang, tapi uangnya yang tidak ada," cetusnya.

Lebih lanjut, Ismaidi menjelaskan bahwa saat ini banyak ayam broiler yang sudah melewati masa panen ideal, yaitu di atas 40 hari dengan berat mencapai 3 kilogram atau lebih. Hal ini semakin memperparah kondisi pasar karena pasokan menjadi berlebihan.

Ia menambahkan bahwa penurunan harga ayam ini sudah terjadi sejak bulan Ramadan, di mana harga sempat berada di kisaran Rp 16 ribu per kilogram. Setelah Lebaran, tren penurunan harga justru semakin dalam. Ismaidi khawatir kondisi ini akan membuat peternak yang tidak memiliki modal kuat kesulitan untuk bertahan.

"Jawa Tengah kantornya broiler saja turun, apalagi kita," pungkasnya, menggambarkan betapa beratnya situasi yang dihadapi peternak ayam broiler saat ini.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved