Berita Palembang
Senyum Semringah Lagesa dan Asa Ibu Hamil Palembang Gapai Gizi Sehat Gratis
Di tengah hiruk pikuk Kota Palembang, secercah harapan terpancar dari Posyandu Mawar Merah, Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II.
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Di tengah hiruk pikuk Kota Palembang, secercah harapan terpancar dari Posyandu Mawar Merah, Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II.
Di sana, program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD mulai bergulir, menghadirkan senyum semringah bagi mereka yang membutuhkan.
Salah satu penerima manfaat yang tak bisa menyembunyikan kegembiraannya adalah Lagesa. Ibu hamil lima bulan ini dengan antusias mengambil paket makanan bergizi gratis yang rutin diterimanya setiap Senin hingga Jumat.
"Senang bisa dapat makanan bergizi gratis. Dapatnya setiap hari Senin-Jumat," ujar Lagesa dengan mata berbinar, Selasa (15/4/2025).
Bukan hanya untuk calon buah hatinya, Lagesa juga mendapatkan berkah ganda.
Kedua anaknya yang masih balita turut menjadi penerima program MBG. Alhasil, tiga paket makanan bergizi menjadi amunisi penting bagi kesehatan keluarga kecilnya.
"Dengan adanya MBG ini cukup terbantu, asupan gizi anak dan calon bayi dalam kandungan saya tercukupi. Dapat susu juga, jadi saya berterimakasih sudah diberikan bantuan MBG," kata Lagesa penuh syukur.
Di balik senyumnya, Lagesa berbagi kisah tentang kehidupannya sehari-hari. Ia bekerja di salon, sementara sang suami berprofesi sebagai pegawai swasta.
Bantuan MBG ini menjadi angin segar yang meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus menjamin asupan nutrisi yang krusial bagi tumbuh kembang anak-anak dan kesehatan kandungannya.
Novi, Ketua Posyandu Mawar Merah, menjelaskan bahwa di Kecamatan Ilir Barat II, sudah ada dua posyandu yang aktif menyalurkan MBG untuk kelompok sasaran ini, yaitu Posyandu Mawar Merah dan Posyandu Gelora.
"Kalau di Posyandu Mawar Merah ini total ada 55 yang mendapatkan MBG yaitu Ibu hamil 3 orang, ibu menyusui 4 orang dan balita non paud 48 orang," rinci Novi.
Ia menambahkan, mekanisme penyaluran MBG kini diubah demi efisiensi. Jika sebelumnya makanan diantar ke rumah masing-masing penerima, kini mereka diminta datang langsung ke posyandu untuk mengambilnya.
"Untuk itu sekarang yang menerima datang langsung ke posyandu untuk ambil makanannya, supaya cepat tersalurkan. Pengambilan makanan mulai pukul 10.00 WIB sampai dengan selesai," jelas Novi.
Sementara itu, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, turut memantau langsung implementasi program ini di Sumatera Selatan. Ia menjelaskan bahwa kementeriannya mendapatkan tugas tambahan untuk mendata dan mendistribusikan MBG khusus untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
"Maka hari ini saya berkunjung ke Sumsel sudah jalan belum! karena kita sudah PKS, yang sudah ada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) jalan. Meskipun baru ada satu, seperti di Kota Palembang ini adanya di Ilir Barat II," kata Wihaji saat berada di Palembang.
Wihaji menekankan bahwa alokasi MBG untuk kelompok sasaran khusus ini minimal 10 persen dari total kuota yang tersedia.
Sebagai contoh, jika kuota MBG mencapai 3.400, maka 340 di antaranya harus dialokasikan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
| Dipinjam untuk Beli Pisang, Motor Warga Kertapati Palembang Digelapkan Teman Sendiri |
|
|---|
| Sutarnedi Crazy Rich Tulung Selapan OKI Dituntut 5 Tahun Penjara, Cuci Uang Hasil Narkoba Rp81,3 M |
|
|---|
| 203 Calon Bintara Polri Jalani Tes Rikkes Tahap I, Polda Sumsel Pastikan Seleksi Transparan |
|
|---|
| Gen Z Palembang Ramaikan Tren Micro-Investing Emas, Pegadaian Sumbagsel Perkuat Ekosistem Digital |
|
|---|
| BRI Palembang Salurkan Bantuan TJSL untuk Pembangunan Masjid Mako Brimob di PALI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/makanan-bergizi-ibu-hamil.jpg)