Berita Lahat

Ketinggian Air Mencapai 2 Meter, Dua Rumah di Desa Muara Suban Lahat Terendam Banjir

Luapan air ini menyebabkan dua rumah milik warga, Revi Aseka (32) dan Novan Arisandi (37), terendam banjir.

Tayang:
Penulis: Ehdi Amin | Editor: Odi Aria
BPBD LAHAT
EVAKUASI KORBAN BANJIR- Personel BPBD Lahat tengah evaluasi warga terdampak banjir di Desa Muara Suban, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, meluap setelah hujan deras mengguyur daerah tersebut pada Senin (7/4/2025) dini hari. 

SRIPOKU.COM, LAHAT- Aliran air Puntang yang berada di Desa Muara Suban, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, meluap setelah hujan deras mengguyur daerah tersebut pada Senin (7/4/2025) dini hari, sekitar pukul 01.30 WIB hingga 05.00 WIB.

Luapan air ini menyebabkan dua rumah milik warga, Revi Aseka (32) dan Novan Arisandi (37), terendam banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lahat, Ali Afandi, menjelaskan bahwa luapan air dari Ayek Puntang menggenangi pemukiman warga dengan ketinggian mencapai 180 cm hingga 2 meter.

Sementara itu, air di jalan desa mencapai ketinggian antara 20 cm hingga 60 cm dari titik terendah.

"Penyebabnya karena lokasi ini merupakan dataran rendah yang dekat dengan aliran air. Luapan air berasal dari Ayek Puntang dan juga air kiriman dari Ayek Anyir," ujar Ali Afandi.

Saat air meluap, BPBD Lahat segera melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak menggunakan perahu karet.

Meskipun kondisi debit air sudah surut, Ali Afandi mengimbau warga setempat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir yang bisa terjadi kembali, mengingat hujan dengan intensitas sedang diperkirakan akan terus turun hingga pertengahan bulan April.

"Warga diimbau untuk tetap waspada. Meskipun sekarang musim kemarau, hujan dengan intensitas sedang masih bisa menyebabkan luapan air," tambahnya.

Selain itu, Ali Afandi juga mengingatkan kepada pihak pengembang perumahan agar lebih hati-hati dalam membangun pemukiman, terutama yang berada dekat dengan bantaran sungai atau daerah cekungan yang berpotensi rawan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

"Kepada pengembang dan pihak terkait, kami meminta agar lebih memperhatikan lokasi pembangunan, jangan asal-asalan, karena ini akan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah jika terjadi bencana," tegasnya.

 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved