Rendang Willie Salim di Palembang
Sultan Iskandar Murka, Haramkan Willie Salim Datang ke Palembang, Dicap tak Beradab
Sultan Iskandar yang merupakan Sultan Palembang Darussalam turut serta mengomentari konten rendang Willie Salim.
Penulis: Shafira Rianiesti Noor | Editor: Odi Aria
SRIPOKU.COM - Sultan Iskandar yang merupakan Sultan Palembang Darussalam turut serta mengomentari konten rendang Willie Salim.
Sultan Iskandar pun marah besar lantaran Willie Salim dianggap hanya mementingakan dirinya saja.
Wille Salim pun dianggap tak beradab karena sudah merusak citra Palembang.
Lantaran itu, Sultan Iskandar pun mengharamkan Willie Salim untuk datang ke Kota Palembang.
Hal itu diungkap Sultan Iskandar di rumahnya Selasa (25/3/25) kemarin.
Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin menegaskan, bahwa masyarakat Palembang memiliki nilai-nilai luhur yang harus dihormati.
Ia menilai bahwa konten Willie Salim terkesan mengandung unsur penghinaan terhadap masyarakat setempat.
"Titel saya selaku Panglima besar untuk negara kesatuan Republik Indonesia ini dan didampingi oleh ketua DPD dan putra mahkota, mewakili masyarakat Sumatera Selatan, yang merupakan ibu kota Palembang mengacu atas perbuatan Willie Salim," ujar Sultan Iskandar dilansir dari TikToknya Rabu (26/3/25).
Sultan Iskandar lantas menuding Willie Salim sengaja ingin membuat malu warga Palembang.
"Yang kami tahu ini settingan untuk mempermalukan Muslim, untuk mempermalukan masyarakat Palembang dan untuk memalukan masyarakat Sumatera Selatan," lanjutnya.
Pada kesempatan itu pula, Sultan Iskandar lantas memberikan peringatan kepada Willie Salim.
Sultan Iskandar dengan lantang melarang Willie untuk datang ke kota Palembang.
Bahkan Sultan sampai mengharamkan Willie berkunjung ke kota pempek ini.
"Willie Salim kami haramkan anda untuk datang kembali ke tanah Palembang, ke bumi sriwijaya konten yang anda buat hanyalah settingan," lanjutnya.
Sultan Iskandar pun menyebut Wille Salim membuat konten tersebut hanya untuk keperluan uangnya saja.
Bahkan Wille Salim dianggap tak menggunakan adab hanya untuk kepentingan pribadi.
"Untuk mendapatkan pamor dan menggali pundi-pundi kekayaan untuk anda pribadi, tanpa memikirkan adab," tegasnya.
Sultan Iskandar juga menyoroti bagaimana media sosial saat ini lebih banyak diisi oleh konten-konten negatif yang justru menggerus budaya lokal.
Ia menyesalkan bahwa banyak pihak yang lebih memilih membuat konten kontroversial demi meningkatkan jumlah tayangan dan keuntungan pribadi, daripada memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi.
“Kita harus menjaga budaya kita. Jangan sampai konten-konten seperti ini justru menenggelamkan identitas kita sendiri. Kita bukan bangsa yang merayakan Halloween atau perayaan-perayaan lainnya yang tidak sesuai dengan budaya kita. Islam mengajarkan kasih sayang yang tulus, bukan sekadar konten demi pundi-pundi rupiah. Kita juga meminta video tersebut untuk dihilangkan ‘takedown’, tegasnya.
Sebagai solusi, Sultan Iskandar meminta agar Willie Salim segera meminta maaf secara langsung dan menunjukkan itikad baiknya.
Jika tidak, pihaknya siap menempuh jalur hukum atas dugaan penghinaan budaya dan pencemaran nama baik.
“Kami siap memaafkan jika dia datang dengan niat baik, tetapi jangan sampai ada kejadian serupa di masa depan. Masyarakat Palembang menjunjung tinggi akhlak dan adat istiadat. Kita tidak bisa diam saja jika budaya kita direndahkan,” tandasnya.
Baca juga: FAKTA di Lokasi Terbongkar, Viral Ibu-ibu Ngaku Disuruh Ambil Rendang, Willie Salim Sengaja Pergi
Polda Sumsel Tindaklanjuti Laporan Terhadap Willie Salim
Sementara itu, Polda Sumsel segera menindaklanjuti laporan yang masuk terhadap konten kreator Willie Salim imbas mengunggah konten rendang daging 200 kilogram hilang saat memasak di BKB.
Dirreskrimsus Polda Sumsel Kombes Pol Bagus Suropratomo Oktobrianto mengatakan sejauh ini sudah ada dua laporan yang ditujukan ke Willie Salim.
"Sudah dua laporan yang masuk. Konstruksi pasalnya sementara ini tentang UU ITE. Sedang kami cek dan selidiki," kata Bagus, Selasa (25/3/2025).
Untuk membuktikan adanya pelanggaran dan pencemaran nama baik Kota Palembang, pihaknya masih melakukan penyelidikan.
"Kita sabar aja pelan-pelan, kami cek dulu, " katanya.
Kasubdit V Tipid Siber AKBP Dwi Utomo mengatakan semenjak kemarin, pihaknya sudah meminta keterangan dari tiga orang saksi atas dua laporan yang dibuat. Saksi tersebut berasal dari kalangan warga dan salah satu warga yang ada di lokasi masak rendang.
"Kurang lebih sudah tiga orang saksi yang kami panggil. Salah satunya saksi yang mengetahui kejadian itu atau ada di lokasi kejadian. Tidak menutup kemungkinan Willie Salim juga akan dipanggil," ujar Dwi saat dikonfirmasi via telepon.
Masih butuh beberapa saksi lainnya untuk melengkapi keterangan dan berkas dari laporan yang dibuat.
"Belum ada konfirmasi terkait saksi yang akan kami panggil hari ini. Pegiat sosial budaya dan warga sipil akan dipanggil. Baru setelahnya ahli ITE turut kami mintai keterangan. Kan pemanggilan saksi ini seusai KUHAP, " katanya.
Willie Salim sendiri diketahui sudah meminta maaf.
Ia menyatakan bahwa dirinya tidak bermaksud merusak nama baik warga Palembang.
"Saya mau minta maaf yang sebesar-besarnya untuk seluruh warga Palembang yang tersakiti gara-gara kejadian rendang yang viral ini," ujar Willie dalam video klarifikasinya dilansir Sripoku.com Senin (24/3/2025).
Willie mengakui bahwa konten tersebut dibuat tanpa persiapan yang matang dan tidak memperhitungkan antusiasme warga yang begitu besar.
Lebih lanjut, Willie bahkan mengakui insiden tersebut bukanlah kesalahan warga Palembang.
"Jujur, ini bukan salah warga Palembang, ini sepenuhnya kesalahan saya karena saya kurang persiapan. Mohon maaf, saya pertama kali masak untuk orang sebanyak itu," jelasnya.
Willie pun mengungkap bahwa tujuan awalnya adalah berbuka puasa bersama ribuan warga Palembang dan membagikan rendang secara gratis.
Ia merasa senang dengan antusiasme warga, namun tidak menyangka bahwa suasana akan menjadi begitu ramai dan sulit dikendalikan.
"Tidak ada kekecewaan sama sekali terhadap rendang yang hilang, malahan aku senang melihat antusiasme warga. Ini pelajaran berharga buat aku," ungkap Willie.
| Gelar Perkara Kasus Rendang Willie Salim, Pelapor Berharap Penyidik Transparan |
|
|---|
| Laporan Kasus Rendang Willie Salim di Palembang Masih Gantung, Pelapor Desak Polisi Bertindak Tegas |
|
|---|
| Update Kasus Rendang Willie Salim, Polisi Sudah Periksa 15 Saksi Rendang Hilang di BKB Palembang |
|
|---|
| Willie Salim Janji Lakukan Tepung Tawar, Ustaz Derry Sulaiman Minta Kasus Rendang Hilang Disudahi |
|
|---|
| Rencana Willie Salim Minta Maaf ke Kesultanan Palembang Dikuak, Nekat Datang Meski Sudah Dikutuk |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Sultan-Iskandar-murka-haramkan-Willie-Salim-ke-Palembang.jpg)