Karakteristik Pembelajaran Deep Learning Jenjang PAUD, SD, SMP, SMK, PLB Hingga Kesetaaraan

Berikut ini dijelaskan pembahasan mengenai karakteristik Deep Learning atau Pembelajaran Mendalam.

Penulis: Siti Umnah | Editor: Siti Umnah
Freepik.com
ILUSTRASI DEEP LEARNING : Berikut ini dijelaskan pembahasan mengenai karakteristik Deep Learning atau Pembelajaran Mendalam.(Freepik.com) 

Konsep TEFA mengintegrasikan pembelajaran berbasis teori di kelas dengan praktik langsung dalam lingkungan kerja yang menyerupai industri sesungguhnya. 

Tujuan TEFA untuk menyiapkan lulusan SMK yang kompeten, siap kerja, dan memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Di samping itu, implementasi PM SMK/MAK atau yang sederajat difokuskan pada penguatan kompetensi keahlian dengan empat strategi berikut:

- Pemetaan Kompetensi Analisis kemampuan peserta didik berdasarkan aspek kompetensi vokasi dan hasil kerja proyek.
- Rekomendasi Pengembangan Diri Pemberian saran pembelajaran sesuai dengan minat industri.
- Kemitraan dengan DUDIKA: Kerja sama dengan DUDIKA untuk melaksanakan program TEFA untuk mempersiapkan peserta didik memasuki dunia kerja.
- Evaluasi Produktivitas: Analisis kinerja peserta didik dalam menghasilkan produk barang dan jasa.

Karakteristik Deep Learning Jenjang SLB (Sekolah Luar Biasa)

Pada pendidikan untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), PM diterapkan dengan pendekatan yang sangat individual, disesuaikan dengan kebutuhan belajar spesifik mereka.

Pembelajaran lebih menekankan pada pengembangan keterampilan hidup dan keterampilan sosial, dengan menggunakan metode pembelajaran yang adaptif disertai pendampingan intensif, aktivitas indrawi, dan penggunaan teknologi asistif.

Keterampilan kolaborasi, berpikir kritis, dan refleksi diri juga tetap dikembangkan dengan cara yang sesuai dengan kemampuan dan kecepatan belajar mereka.

Di samping itu, implementasi PM di SLB didukung 5 penggunaan aspek penting:

- Identifikasi Kebutuhan Spesifik Analisis kemampuan unik peserta didik berdasarkan data visual, gerakan, atau suara.
- Strategi Pembelajaran Adaptif Rekomendasi metode belajar individual, seperti pembelajaran berbasis visual untuk peserta didik dengan gangguan pendengaran.
- Kemampuan Motorik Pemantauan perkembangan keterampilan motorik halus dan kasar.
- Pengembangan Emosi Sistem mendeteksi tingkat kenyamanan peserta didik selama proses belajar untuk mencegah stres atau kecemasan.
- Penguatan Kemandirian: Menumbuhkan kepercayaan diri peserta didik untuk bersikap dan berperilaku mandiri dalam memenuhi kebutuhan untuk menjaga diri.

Karakteristik Deep Learning Pendidikan Kesetaraan Nonformal

Dalam pendidikan kesetaraan nonformal, PM diterapkan dengan cara fleksibel sesuai kebutuhan praktis peserta didik. 

Pembelajaran berfokus pada pengembangan kecakapan hidup, wirausaha, dan keterampilan sosial yang langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 

Model pembelajaran berbasis pengalaman praktis atau proyek dapat memberikan peserta didik kesempatan untuk mengaplikasi pengetahuan yang diperoleh dalam konteks sosial mereka.

Itulah gambaran karakterisik implementasi deep learning atau PM pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SD/Sederajat, SMP/Sederajat, SMA/Sederajat, SMK/Sederajat, Pendidikan Luar Biasa (PLB), dan Pendidikan Keseteraan Nonformal. 

Implementasinya tentunya sangat tergantung kepada kreativitas setiap guru dan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi setiap satuan pendidikan.

 

Dapatkan konten pendidikan mata pelajaran lainnya dari Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013 dengan klik Di Sini.

Dapatkan juga berita penting dan informasi menarik lainnya dengan mengklik Google News.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved