Berita Lubuklinggau

Damkar Lubuklinggau Diminta Bantu Ambil HP di Sumur dan Uang di Selokan

Aksi petugas pemadam kebakaran (Damkar) yang sigap dan serba bisa memang seringkali menuai pujian.

Tayang:
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Eko Hepronis
PETUGAS DAMKAR - Dono Pratondo Petugas DPKPPB Kota Lubuklinggau pernah menolak permintaan ambil Hp nyemplung ke dalam sumur dan permintaan ambil uang jatuh diselokan, Jumat (31/1/2025). Adapun alasan ia menolak karena bukan menyangkut masalah kemanusiaan atau berkaitan dengan hal-hal menyangkut nyawa manusia. 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Aksi petugas pemadam kebakaran (Damkar) yang sigap dan serba bisa memang seringkali menuai pujian. Namun, belakangan ini, mereka juga kerap menerima panggilan tugas dan permintaan pertolongan yang semakin aneh.

Setelah viral aksi warga di Riau yang meminta bantuan Damkar untuk mengusir kuntilanak, kini giliran petugas Damkar Kota Lubuklinggau yang mengungkap pengalaman serupa.

Danru Pos Penanggulangan Bencana DPKPPB Kota Lubuklinggau, Dono Pratondo, menyampaikan ada dua permintaan masyarakat yang tidak mereka layani karena tidak menyangkut masalah kemanusiaan.

"Ada dua yang tidak kita layani, minta tolong handphone masuk sumur, dan mengambil uang Rp 400 ribu yang masuk selokan," kata Dono, Kamis (31/1/2025).

Menurut Dono, permintaan tersebut tidak mereka layani karena sifatnya bukan menyangkut masalah kemanusiaan atau berkaitan dengan nyawa manusia.

"Permintaan evakuasi itu sifatnya tidak menyangkut bernyawa jadi tidak kita layani," bebernya.

Dono menyebutkan permintaan rescue yang paling banyak masuk ke Damkar Lubuklinggau meliputi ular, tawon, biawak masuk rumah, dan melepas cincin.

"Yang paling banyak ular masuk rumah, tawon, biawak, dan melepas cincin, bulan ini saja sudah tiga kali," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa permintaan rescue ular masuk rumah adalah yang paling banyak, apalagi saat musim hujan seperti sekarang ini. Ular banyak keluar mencari tempat kering.

"Kemarin terakhir ada ular besar yang bersarang di plafon rumah, selama ini dikira tikus ternyata ular," ungkapnya.

Meski demikian, petugas Damkar Lubuklinggau pernah mendapat komplain dari masyarakat karena me-rescue ular dan memindahkannya ke Bukit Sulap.

"Karena ada yang komplain tapi kami jawab karena itu memang habitatnya, akhirnya mereka mengerti kalau itu habitatnya," ujarnya.

Dono pun menegaskan bahwa layanan pemadam kebakaran yang bisa mereka layani adalah pelayanan dasar masyarakat dalam hal ini menyangkut masalah gangguan ketertiban dan kemanusiaan.

"Kecuali hewan liar buas yang bisa mengganggu, kedaruratan dan penyelamatan, kecuali anjing gila," ungkapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved