Imlek 2025
Hujan dan Imlek, Antara Tradisi dan Penjelasan Ilmiah
Masyarakat Tionghoa meyakini hujan saat Imlek membawa keberuntungan. Namun, bagaimana penjelasan ilmiahnya?
Penulis: Hartati | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Guyuran hujan yang beberapa hari belakangan melanda Palembang, baik pagi, siang, maupun malam, memunculkan pertanyaan tentang kaitan erat antara Imlek dan hujan.
Masyarakat Tionghoa meyakini hujan saat Imlek membawa keberuntungan. Namun, bagaimana penjelasan ilmiahnya? Apakah benar Imlek selalu identik dengan hujan?
Penjelasan Ilmiah dari BMKG
Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto MSi, menjelaskan bahwa Sumatera Selatan saat ini masih berada dalam periode musim hujan yang berlangsung dari Januari hingga Februari.
Hujan diperkirakan masih akan terus berlangsung hingga April, meskipun intensitasnya akan berangsur-angsur menurun menjelang musim kemarau.
Terkait kaitan hujan dengan perayaan Imlek, Siswanto menegaskan bahwa dari sudut pandang keilmuan, tidak ada hubungan sebab-akibat.
Tidak ada penjelasan ilmiah yang menyatakan bahwa setiap Imlek pasti akan turun hujan sebagai simbol keberuntungan.
"Tidak ada kaitannya hujan saat Imlek dengan keilmuan, itu hanya kebetulan saja. Kebetulan saat musim hujan bertepatan dengan perayaan Imlek, sehingga menjelang dan setelah Imlek masih ada hujan," ujar Siswanto, Senin (27/1/2025).
Ia menambahkan, karena tidak ada kaitan ilmiah, maka bisa saja pada tahun-tahun tertentu hujan tidak turun saat Imlek.
Jika hujan memang turun, itu murni kebetulan dan bukan karena "dipanggil" atau direkayasa. Fenomena ini juga tidak terjadi secara merata di semua tempat.
Pandangan Tokoh Masyarakat Tionghoa
Senada dengan penjelasan ilmiah, tokoh masyarakat Tionghoa sekaligus Ketua Yayasan Vihara Dharmakirti, Zewwy Salim, mengatakan bahwa tidak ada tradisi memanggil hujan atau menggunakan pawang hujan saat Imlek.
Hujan yang turun adalah murni fenomena alam atas kuasa Tuhan.
"Hujan turun karena memang saat Imlek atau Cap Go Meh itu waktunya hujan, yakni Januari dan Februari," ungkap Zewwy.
Ia menjelaskan bahwa perayaan Imlek dan Cap Go Meh selalu jatuh pada bulan Januari dan Februari karena penanggalan Tiongkok (lunar) memiliki 13 bulan dalam satu tahun.
Meski demikian, Zewwy mengakui bahwa dalam tradisi Tionghoa, hujan saat Imlek diyakini membawa berkah dan rezeki yang melimpah.
Semakin deras hujan yang turun, semakin besar pula harapan akan rezeki yang berlimpah sepanjang tahun.
| Hangatnya Kebersamaan di Perayaan Imlek Paguyuban Masyarakat Zhangzhou Sumsel |
|
|---|
| Meriahkan Imlek 2025 Bersama Nasabah di 3 Kota, Bank Mandiri Perkuat Layanan dan Inovasi Digital |
|
|---|
| Ribuan Masyarakat Ramai ke Klenteng Candra Nadi Soei Goeat Kiong, Dewi Kwan Im Palembang |
|
|---|
| 10 Doa Perayaan Imlek 2025, Cocok untuk Dikirim ke Keluarga, Menyambut Tahun Baru Lebih Baik |
|
|---|
| 20 Ucapan Imlek 2025 Cocok Jadi Status Sosial Media, Sambut Tahun Ular Kayu dengan Hati Sukacita |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Pengurus-Klenteng-Tri-Dharma-Chandra-Nadi.jpg)