Berita Palembang

Pedagang Jambu Menangis Haru Terima Bantuan dari Polwan Polda Sumsel, Dapat Sembako dan Uang Tunai

Rina terkejut dan tidak bisa menahan air mata. Ia yang selama ini harus berjuang keras untuk menghidupi anak-anaknya,

Penulis: Rachmad Kurniawan Putra | Editor: Odi Aria
Dokumen Polisi
Rina, penjual Jambu di Jalan Gubernur HA Bastari menangis haru terima bantuan dari Polwan Polda Sumsel. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG– Di tengah keramaian jalan Gub H Bastari, Jakabaring, Palembang, seorang pedagang jambu terlihat tengah berjualan seperti biasa. Rina (49), wanita yang telah lebih dari 12 tahun berjualan di pinggir jalan, tidak menyangka bahwa hari itu ia akan menerima sebuah bantuan yang mengubah hidupnya.

Pada Selasa, 14 Februari 2025, di tengah kesibukan berjualan jambu, Rina dikejutkan oleh seorang perempuan yang datang menghampirinya. Perempuan tersebut mengenakan rompi bertuliskan #AR7, yang langsung memberikan sembako dan amplop berisi uang tunai.

Rina terkejut dan tidak bisa menahan air mata. Ia yang selama ini harus berjuang keras untuk menghidupi anak-anaknya, tidak menyangka akan mendapatkan keberkahan berupa bantuan tersebut.

"Bantuan ini saya terima dengan hati yang penuh haru. Ini pertama kalinya saya mendapatkan bantuan sebesar ini. Saya belum pernah menerima bantuan dari siapa pun sebelumnya," ujar Rina, sembari menahan tangis.

Rina menceritakan, dirinya berjualan jambu dan makanan ringan sejak lebih dari satu dekade lalu untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Sebelumnya, suaminya bekerja sebagai sopir truk, namun sejak mengalami sakit katarak dan menjalani operasi dua tahun lalu, suaminya hanya bisa beristirahat di rumah.

Dengan keempat anaknya yang masih bersekolah dan lima anak lainnya yang sudah berkeluarga, Rina harus berusaha keras agar ekonomi keluarga tetap bertahan.

Sejak suaminya sakit, Rina merasa beban hidup semakin berat. "Kadang saya jualan jambu, kadang juga jualan kerupuk keliling, kadang-kadang ada cucu saya yang menemani," ujar Rina dengan wajah yang lelah namun penuh semangat.

Meski begitu, harapan hidupnya tetap tinggi. Ia berusaha keras untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya.

Tiba-tiba, keajaiban datang saat dirinya tidak mengharapkannya. Seorang anggota Polwan Polda Sumsel datang memberikan bantuan yang sangat berarti baginya. Rina tidak bisa menahan air mata haru ketika menerima bantuan yang diberikan oleh perempuan tersebut.

"Saya sangat berterima kasih atas bantuan ini. Ini sangat berarti buat saya dan keluarga. Uang yang saya terima ini akan saya gunakan untuk modal usaha," kata Rina dengan wajah penuh syukur.

Menurut Rina, ia merasa sangat terbantu dengan adanya program AR7 yang dilaksanakan oleh Polda Sumsel ini. “Saya berharap agar rezeki yang saya terima ini bisa berkah dan bermanfaat untuk keluarga saya,” tambahnya.

Rina kini lebih optimis untuk melanjutkan usahanya. Ia mengungkapkan, bantuan tersebut tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga memberikan semangat baru untuk berjuang.

"Mudah-mudahan, bantuan ini bisa menjadi awal yang baik untuk kehidupan kami ke depan," ujar Rina dengan penuh harap.

Di balik bantuan yang diterima Rina, ada sebuah pesan moral yang tersirat. Terkadang, sebuah kebaikan datang di waktu yang tepat, mengubah hidup seseorang dan memberikan harapan baru. Seperti yang terjadi pada Rina, yang tak pernah menduga akan mendapatkan keberkahan melalui tangan-tangan baik dari polisi dan program AR7 yang dilaksanakan oleh Polda Sumsel.

Dengan bantuan ini, Rina merasa sedikit lebih ringan dalam menjalani kehidupan yang penuh tantangan. Ia berharap kisahnya bisa menjadi inspirasi bagi orang lain, bahwa di tengah kesulitan, ada selalu harapan yang datang dalam bentuk yang tak terduga.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved