Kunci Jawaban
Rangkuman Materi IPS Kelas 8 SMP Tema 03 Sub Bab 2, Pergerakan Kebangsaan Menuju Kemerdekaan
Materi Kurikulum Merdeka yang diulas ialah tentang Pergerakan Kebangsaan Menuju Kemerdekaan dari Tema 03 Sub Bab 2. Simak rangkuman materinya.
Penulis: Tria Agustina | Editor: Tria Agustina
Partai Nasional Indonesia (PNI) didirikan tanggal 4 Juli 1927 di Bandung, dipimpin Ir Soekarno.
Tujuan PNI adalah Indonesia merdeka, dengan ideologi nasionalisme.
Kegiatan politik PNI dianggap mengancam pemerintah Belanda, sehingga para tokoh PNI ditangkap dan diadili tahun 1929.
Tahun 1931, PNI dibubarkan.
Selanjutnya Sartono membentuk Partindo. Adapun Mohammad Hatta dan Sutan Syahrir mendirikan organisasi Pendidikan Nasional Indonesia.
Para tokoh partai tersebut kemudian ditangkap Belanda dan diasingkan ke Boven Digul, Papua.
Bangsa Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk menanggapi kebijakan Jepang.
Propaganda Jepang sama sekali tidak memengaruhi para tokoh perjuangan untuk percaya begitu saja. Bagaimanapun, mereka sadar bahwa Jepang adalah penjajah.
Beberapa bentuk perjuangan pada zaman Jepang adalah:
• Memanfaatkan Organisasi Bentukan Jepang
• Gerakan Bawah Tanah
• Perlawanan Bersenjata
Beberapa perlawanan bersenjata untuk melawan Jepang yang dilakukan oleh pahlawan Indonesia, antaralain:
• Perlawanan Rakyat Aceh
• Perlawanan Singaparna, Jawa Barat
• Perlawananan Indramayu, Jawa Barat
• Perlawanan Peta di Blitar, Jawa Timur
Persiapan Kemerdekaan Indonesia
Jepang menyerah tanpa syarat pada Sekutu pada tanggal 2 September 1945.
Hal ini diawali dengan pengeboman Kota Hirosima pada tanggal 6 Agustus 1945, dilanjutkan dengan pengeboman Kota Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945.
Peristiwa pengeboman tersebut menjadi awal persiapan proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Pada tanggal 7 September 1944 Perdana Menteri Jenderal Kuniaki Koiso menjanjikan kemerdekaan kepada Indonesia.
Dengan adanya janji kemerdekaan itu, maka dibentuklah BPUPKI.
Pembentukan Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia
Pada 1 Maret 1945 dibentuk Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia.
Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia biasa disingkat menjadi BPUPKI.
Ketua BPUPKI adalah Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat.
BPUPKI terdiri dari 63 orang anggota.
BPUPKI mengadakan sidang sebanyak dua kali:
• Sidang pertama dilaksanakan pada 29 Mei-1 Juni 1945
• sidang kedua dilaksanakan pada 10-17 Juli 1945
Sidang Pertama BPUPKI
Sidang BPUPKI yang pertama membahas tentang rumusan dasar negara Indonesia merdeka.
Ada tiga tokoh yang memberikan rumusan dasar negara pada sidang pertama BPUPKI ini, yaitu:
• Mr. Mohammad Yamin
• Mr Soepomo
• Ir Soekarno
Berikut ringkasan rumusan dasar negara yang disampaikan oleh masing-masing tokoh:
Sidang pertama belum menemukan titik temu kesepakatan akhirnya dibentuklah Panitia Sembilan.
Pada tanggal 22 Juni 1945 Panitia Sembilan merumuskan dasar negara yang kemudin dikenal sebagai Piagam Jakarta.
Sidang Kedua BPUPKI
Sidang kedua membahas rencana Undang-Undang Dasar (UUD).
Selanjutnya BPUPKI membentuk panitia kecil yang beranggotakan 19 orang untuk mempercepat kerja sidang.
Panitia ini bernama Panitia Perancang UUD yang diketuai Ir. Soekarno.
Pada tanggal 14 Juli 1945 Panitia Perancang UUD yang diketuai Soekarno melaporkan hasil kerja panitia yaitu:
• Pernyataan Indonesia Merdeka.
• Pembukaan Undang-Undang Dasar.
• Batang Tubuh UUD.
Pada tanggal 16 Juli 1945, BPUPKI menerima dengan bulat naskah Undang-Undang Dasar yang dibentuk Panitia Perancang UUD.
Nah setelah berhasil membentuk naskah Undang-Undang Dasar, selesailah tugas BPUPKI yang akan dilanjutkan oleh PPKI.
Baca juga: Rangkuman Materi IPS Kelas 8 SMP Tema 04 Sub Bab 3 Kurikulum Merdeka, Pembahasan Dinamika Penduduk
Pembentukan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia
Setelah BPUPKI menyelesaikan tugasnya dibentuklah PPKI. PPKI adalah singkatan dari Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Ketua PPKI adalah Ir. Soekarno.
Wakil Ketua PPKI adalah Drs. Mohammad Hatta. Penasihat PPKI adalah Mr. Achmad Subardjo.
Tugas utama PPKI adalah mempersiapkan segala sesuatu berkaitan dengan keperluan pergantian kekuasaan dari pihak Jepang kepada bangsa Indonesia.
Secara simbolik, PPKI dilantik oleh Jendral Terauchi, pada tanggal 9 Agustus 1945 dengan memanggil tiga tokoh nasional yakni Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, dan Dr. Radjiman Wiedyodiningrat dipanggil ke Saigon/ Dalat, Vietnam.
Peristiwa Rengasdengklok
Peristiwa Rengasdengklok diawali oleh peristiwa menyerahnya Jepang tanpa syarat kepada pasukan sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945.
Berita ini diketahui oleh beberapa tokoh terutama Sutan Syahrir.
Syahrir mengusulkan Soekarno-Hatta agar memproklamasikan kemerdekaan tanpa melalui PPKI karena sekutu akan menggangap kemerdekaan Indonesia sebagai kemerdekaan hasil pemberian Jepang.
Namun, usulan Syahrir tersebut tidak disetujui oleh Soekarno-Hatta karena mereka berpendapat pelaksanaan proklamasi harus melalui PPKI.
Alasan pemimpin kita ini tidak asal-asalan atau malas-malasan, karena mereka beralasan bahwa meskipun Jepang telah kalah, namun kekuatan militernya di Indonesia harus diperhitungkan demi menjaga hal-hal yang tidak diinginkan.
Karena perbedaan ini akhirnya para pemuda berunding dan akhirnya pada 16 Agustus 1945 pukul 04.30, Soekarno-Hatta dibawa para pemuda Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat.
Meski terkesan "diculik", namun sesampainya di Rengasdengklok, Soekarno-Hatta dan rombongannya disambut baik oleh pasukan Peta pimpinan Syudanco Subeno.
Disana para pemuda mendesak Ir. Soekarno dan Moch. Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
Namun, mereka tetap pada pendiriannya. Di tengah suasana tersebut, Ahmad Soebardjo datang beserta sekretaris pribadinya, Sudiro pada pukul 17.30 WIB.
Ahmad Soebardjo memberitahukan kebenaran menyerahnya Jepang kepada Sekutu.
Mendengar berita itu, Soekarno-Hatta akhirnya bersedia memproklamasikan kemerdekaan RI di Jakarta.
Pada malam hari, 16 Agustus 1945, pukul 20.00 WIB, Soekarno-Hatta beserta rombongan berangkat menuju Jakarta.
Mereka tiba di Jakarta pada pukul 23.00, lalu menuju rumah kediaman Laksamana Maeda. Di kediaman Laksamana inilah rumusan teks proklamasi disusun.
Ir. Soekarno menuliskan konsep proklamasi kemerdekaan Indonesia yang akan dibacakan esok harinya. Moh. Hatta dan Ahmad Subardjo menyumbangkan pikirannya secara lisan.
Kalimat pertama dari teks proklamasi merupakan saran Ahmad Subardjo sedangkan kalimat terakhir merupakan sumbangan dari Muh. Hatta.
Akhirnya, seluruh tokoh yang hadir pada saat itu menyetujui secara bulat konsep proklamasi tersebut.
Sukarni dari golongan muda mengajukan usul bahwa teks proklamasi tidak perlu ditandatangani oleh semua yang hadir, tetapi cukup oleh Soekarno dan Hatta saja atas nama bangsa Indonesia.
Sukarni juga mengusulkan agar Soekarno yang membacakan teks proklamasi tersebut.
Sukarni mengusulkan agar pembacaan proklamasi dilakukan di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta.
Kemudian Soekarno meminta kepada Sayuti Melik untuk mengetik naskah proklamasi dengan beberapa perubahan yang telah disetujui.
Ada tiga perubahan yang terdapat pada naskah hasil ketikan Sayuti Melik, yaitu:
• Kata "tempoh" diganti menjadi "tempo".
• Kata "wakil-wakil bangsa Indonesia" diganti menjadi "Atas nama bangsa Indonesia".
• Penulisan tanggal yang tertera "Djakarta, 17-8-05" menjadi "Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen '05".
Sejak pagi tanggal 17 Agustus 1945, persiapan upacara pembacaan proklamasi kemerdekaan dilakukan di Jalan Pegangsaan Timur No. 56.
Tepat pukul 10.00 WIB, upacara proklamasi kemerdekaan Indonesia dimulai.
Setelah pidato dan pembacaan proklamasi selesai, kemudian dilakukan pengibaran bendera Merah Putih oleh Latief Hendraningrat dan S. Suhud.
Dapatkan konten pendidikan mata pelajaran lainnya dari Kurikulum Merdeka dengan klik Di Sini
Dapatkan juga berita penting dan informasi menarik lainnya dengan mengklik Google News
rangkuman materi
materi
rangkuman
kelas 8 SMP
Tema 03
Sub Bab 2
Pergerakan Kebangsaan Menuju Kemerdekaan
IPS
Kurikulum Merdeka
| Soal ASAS PLBJ Kelas 6 SD Semester 2 Kurikulum Merdeka Tahun 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban |
|
|---|
| 15 Soal Ulangan PAI Kelas 6 SD Semester 2 Kurikulum Merdeka, Kunci Jawaban Pilihan Ganda |
|
|---|
| 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 5 SD BAB 3 Ekspresi Diri Melalui Hobi Kurikulum Merdeka Tahun 2026 |
|
|---|
| 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 4 SD Semester 2 Kurikulum Merdeka, Kunci Jawaban Pilihan Ganda |
|
|---|
| 10 Soal PAI Kelas 5 SD Bab 9 Ibadah Haji dan Kurban Kurikulum Merdeka serta Kunci Jawaban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/gambar-rangkuman-materi-IPS-Pergerakan-Kebangsaan-Menuju-Kemerdekaan.jpg)