Berita Palembang

Ada Fenomena Perigee, BMKG Ungkap Dampak Pasang Surut Air Sungai Musi

Pertama kami jelaskan, fenomena Piregge adalah suatu kondisi di mana jarak antara bumi dengan bulan itu berada pada jarak terdekat

Penulis: Arief Basuki | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM /Mat Bodok
Air Sungai Musi naik ke jalan Lettu Karim Kadir, Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Gandus Kota Palembang tergenang air dari luapan Sungai Musi dan hujan, Senin (18/11/2024) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, potensi terjadinya banjir pesisir (ROB) pada 5 hingga 21 Januari 2025 mendatang. 

Hal ini karena adanya fenomena perigee (jarak terdekat bulan ke bumi), pada tanggal 7 Januari 2025 dan bulan Purnama 13 Januari 2025, yang berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum. 

Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir menurut media sosial BMKG, berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Indonesia di antaranya;

Pesisir kepulauan Riau, pesisir Sumatera Barat pesisir Jambi, pesisir kepulauan Bangka Belitung pesisir Lampung, pesisir Banten, pesisir Jakarta, pesisir Jawa Tengah, pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Kalimantan Barat, pesisir Kalimantan Tengah, pesisir Maluku dan pesisir Maluku Utara. 

Menyikapi hal tersebut, Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Siswanto mengatakan, jika fenomena Piregge itu bisa menyebabkan air meninggi namun tidak berpengaruh signifikan di wilayah perairan Sumatera Selatan (Sumsel). 

"Pertama kami jelaskan, fenomena Piregge adalah suatu kondisi di mana jarak antara bumi dengan bulan itu berada pada jarak terdekat, dibandingkan lintasan sebelumnya selama ini. Sehingga dampak Piregge  ini salah satunya menaikkan kondisi pasang dan surut air, di beberapa perairan wilayah Indonesia, " kata Siswanto, saat dikonfirmasi, Senin (6/1/2025). 

Disinggung apakah dampak Perigee berdampak keperairan atau pantai maupun sungai di Sumsel? Siswanto menjelaskan, dari hasil analisis pihaknya, dampak  Piregge itu kalaupun ada tidak signifikan berdampak ke wilayah pantai ataupun ada di Sungai Musi yang ada di Sumsel. 

"Namun, bukan berarti bahwa kejadian pasang  ini tidak ada bukan seperti itu. Artinya, bahwa data pasang surut di Sumsel pastinya akan terjadi, tetapi dampak fenomena Piregge ini pastinya tidak signifikan menaikan ketinggian pasang, yang ada si pantai Sumsel atau di muara Sungai Musi di Palembang, " ujarnya. 

Hal kedua dikatakan Siswanto, kalau ada pasang air Sungai Musi itu, merupakan fenomena biasa yang terjadi musiman pada setiap tahun. 

"Ketiga, bahwa memang untuk tipe pantai dan muara Sungai Musi di Sumsel ini tipe pasangnya maupun surutnya adalah diurnal tides (Pasang surut harian tunggal, " paparnya. 

Siswanto menerangkan, tipe pasang surut air ada beberapa, selain pasang surut harian tunggal (diurnal tides), yang terjadi satu kali pasang naik dan satu kali pasang surut dalam sehari. Periode pasang surutnya adalah 24 jam 50 menit (12 jam pasang dan 12 jam surut) 

Kemudian, pasang surut harian ganda (semidiurnal tides), terjadi dua kali pasang naik dan dua kali pasang surut dalam sehari. Periode pasang surutnya rata-rata adalah 12 jam 24 menit (6 jam pasang, 6 jam surut, 6 jam pasang dan 6 jam surut) 

"Artinya di Sumsel tipe diurnal, artinya hanya satu kali pasang dan surut selama 1x 24 jam, " capnya. 

Siswanto sendiri menghimbau kepada masyarakat Sumsel khususnya yang beraktivitas atau tinggal di kisaran Sungai Musi, untuk berhati-hati mengingat intensitas hujan juga masih tinggi saat ini. 

"Mungkin saat ini musim hujan, barangkali dampak air di sungai Musi naik, sehingga tetap meningkatkan kewaspadaannya mengingat saat ini pasang surut. Barangkali akan terduplikasi dengan adanya dampak dari hujan di daerah Ulu akan menyebabkan kenaikan level air sungai yang ada di daerah Ilir," ungkapnya. 

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved