Pilgub Sumsel 2024
Hasil Pleno Pilgub Sumsel 2024 Tingkat Kota Palembang, Eddy Santana Unggul Telak di 17 Kecamatan
Pasangan yang diusung PDIP itu, menguasai perolehan suara di hampir seluruh Kecamatan, yang ada di kota Palembang
Penulis: Arief Basuki | Editor: Odi Aria
SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) nomor urut 02 Eddy Santana Putra- Riezky Aprilia (ERA), unggul telak di wilayah kota Palembang.
Pasangan yang diusung PDIP itu, menguasai perolehan suara di hampir seluruh Kecamatan, yang ada di kota Palembang pada Pilkada serentak 2024.
ERA unggul telak di 17 dari 18 Kecamatan yang ada, Kecuali di Kecamatan Kertapati yang mengalami kekalahan dalam perolehan suara.
Hal ini terlihat dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi perhitungan perolehan suara pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel, serta Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota, dan Penetapan hasil Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Palembang pada Pilkada 2024 di Aula Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Palembang, 4 Desember hingga 5 Desember dini hari.
Dalam rekapitulasi tersebut, paslon nomor urut 03 Mawardi Yahya- RA Anita Noeringhati (MATAHATI) tidak ikut melakukan penandatanganan dan mengakui rekapitulasi perolehan suara yang ada di KPU Palembang.
Dalam rekapitulasi ditingkat KPU Palembang itu, semua saksi pasangan calon yang ada, di Pilgub Sumsel ikut hadir, untuk menyaksikan.
Selain itu, rapat pleno rekapitulasi tingkat KPU Palembang yang dipimpin Ketua KPU Palembang Syawaluddin dan didampingi 4 komisioner KPU Palembang lainnya, dan dihadiri jajaran Bawaslu Palembang dan saksi pasangan calon, dilaksanakan dari 4 Desember pukul 09.00 Wib hingga 5 Desember pukul 00.33 Wib itu, sebagian besar terlihat kesalahan yang ada saat berada di KPPS atau TPS.
Mayoritas kesalahan, khususnya saat pemasukan jumlah pemilih di Pilgub dan Pemilihan Walikota Palembang yang memiliki perbedaan, sedangkan untuk perolehan suara pasangan calon yang ada tidak ada keberatan.
Secara keseluruhan untuk penghitungan perolehan suara Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel, pasangan nomor urut 01 Herman Deru- Cik Ujang (HDCU) total meraih 233.044 suara. Dimana pasangan yang diusung partai NasDem, Demokrat, PKS, Perindo, PBB dan PSI hanya unggul di Kecamatan Kertapati dengan meraih 18.624 suara.
Kemudian, pasangan nomor urut 02 Eddy Santana Putra- Riezky Aprilia (ERA), total meraih 338.576 suara, dan lumbung suara ada di Kecamatan Sukarame dengan raihan 38.326 suara, Ilir Barat I sebanyak 33.972 suara dan Kecamatan Kalidoni 26.004 suara.
Sementara pasangan nomor urut 03 Mawardi Yahya- RA Anita Noeringhati (MATAHATI) hanya meraih 178.208 suara, dan dari 18 Kecamatan yang ada tidak ada satupun pasangan calon yang diusung partai Gerindra, Golkar, PKB, PAN, PPP, PKN, Hanura dan beberapa partai non seat di DPRD Sumsel ini menang.
Dalam berita acara hasil rekapitulasi perolehan suara Pilgub Sumsel tingkat KPU Palembang itu, dari 1.241.196 jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT), pengguna hak pilih terdaftar di DPT sebanyak 792.934 pemilih.
Jumlah pemilih pindahan 1.130 pemilih dan Pemilihan tambahan yang gunakan hak pilih 2.270 pemilih. Sehingga total pengguna hak pilih di kota Palembang untuk Pilgub Sumsel 2024 sebanyak 796.334 pemilih.
Gap atau jarak perolehan suara antara pasangan calon ERA dengan HDCU sendiri, sebesar 105.532 suara.
Untuk partisipasi sendiri ketua KPU Palembang mengaku ada penurunan dibanding Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) 14 Februari 2024 lalu, dimana angka partisipasi sekitar 64 persen.
Syawal melanjutkan, setelah rekapitulasi perolehan suara ditingkat KPU Palembang ini, maka akan dilanjutkan untuk rekapitulasi penghitungan perolehan suara dan penetapan hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel yang dilaksanakan KPU Sumsel.
"Alhamdulillah kami telah melaksanakan rapat pleno rekapitulasi tingkat kota dari 18 kecamatan yang ada di Kota Palembang. Untuk rekapitulasi perolehan suara Pilgub Sumsel kita akan serahkan langsung, sambil menunggu jadwal dari KPU Sumsel, "katanya, Kamis (5/12/2024).
Disisi lain saksi tim paslon MATAHATI Melki mengaku, pihaknya tidak menandatangani hasil rekapitulasi ditingkat KPU Palembang itu merupakan arahan pimpinan tim pemenangan.
"Kami paslon MATAHATI sudah mengikuti proses tahapan Pilkada Sumsel, dan juga belum bisa menerima hasil rekapitulasi di tingkat KPU Kota Palembang, dan kami masih ada tahapan untuk menindaki hasil rekapitulasi perolehan suara yang dilakukan KPU Palembang ini, " paparnya.
Ditambahkan Melky, pihaknya keberatan terhadap hasil rekapitulasi berjenjang yang dilakukan KPU tersebut, karena dugaan pelanggaran pilkada Sumsel yang serius dilakukan pasangan calon lain untuk meraih kemenangan.
"Kami melihat di lapangan banyak temua tim dan saksi kita, ada hal- hala yang sangat mengarah ke Terstruktur, Sistematis dan Masif dengan bukti yang ada, dilakukan paslon lain dengan untuk memenangkan Pilkada secara tidak sportif.Sehingga kedepan akan dilakukan upaya selanjutnya oleh tim hukum kita, " pungkasnya.
Caption: Tim Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel saat menerima hasil pleno rekapitulasi perolehan suara di KPU Palembang, Kamis (5/12/2024).
Jelang Pelantikan Gubernur-Wakil Gubernur Sumsel, HDCU Tunggu Undangan dari Istana |
![]() |
---|
DPRD Sumsel Sahkan HDCU Sebagai Cagub dan Wagub Terpilih Periode 2025-2030 |
![]() |
---|
Usai Ditetapkan Gubernur Sumsel Terpilih, HDCU Bentuk Tim Transisi Sinkronkan Program Pemprov Sumsel |
![]() |
---|
KPU Serahkan Hasil Pilgub Sumsel ke DPRD, Pelantikan HDCU Tunggu Pusat |
![]() |
---|
Ditetapkan Jadi Gubernur dan Wagub Sumsel Terpilih, HD : Kemenangan Masyarakat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.