Pilgub Sumsel 2024

Dinilai Mengarahkan Pilihan ke Paslon Tertentu, Tim HDCU Minta Pj Walikota Pagar Alam Dicopot

Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru- Cik Ujang (HDCU)

Penulis: Arief Basuki | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Juru bicara tim pemenangan HDCU Alfrenzi Panggarbesi minta Pj Walikota Pagar Alam dicopot karena dianggap tak netral saat Pilgub Sumsel 2024 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru- Cik Ujang (HDCU), melaporkan Pj Walikota Pagar Alam Nelson Firdaus ke Sekretaris Daerah (Sekda) provinsi Sumsel, terkait ketidaknetralannya di Pilkada Gubernur Sumsel 2024.

Hal itu diketahui melalui pesan yang beredar di grup WhatsApp,  Nelson mengarahkan dukungan ke pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel nomor urut 3 Mawardi Yahya- RA Anita Noeringhati (MATAHATI), padahal Nelson adalah Pj Walikota dan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN). 

"Assalamu'alaikum dulur2, hari ini hari pelaksanaan pencoblosan, aku mintek tlg pilih ke pak mawardi anita nueringhati (matahati), jgn terpengaruh dg yg ngenjuk sen. Tks. "

"Ikak untuk Gubernur, Walikota silahkan sesuai dg keinginan hati masing2" tulis pesan yang beredar. 

Juru bicara tim pemenangan HDCU Alfrenzi Panggarbesi, mengatakan, pihaknya telah melaporkan ketidaknetralan Pj Walikota Pagar Alam itu ke Pemerintah Provinsi Sumsel.

"Kita sudah lapor ke Sekda untuk ditindaklanjuti, termasuk Komisi ASN terkait ada ASN tidak netral, mengingat ASN khususnya pejabat harus netral, " kata Alfrenzi, Jumat (29/11/2024). 

Menurut anggota DPRD Sumsel ini, dengan mengarahkan dukungan ke pasangan tertentu selaku pejabat, hal itu tidak mencerminkan sikap netralitas sebagai Pj Walikota, dan pihaknya ada tindakan tegas dari pimpinan dalam hal ini Pemerintah Provinsi Sumsel. 

"Jadi kami minta ini ditindak tegas adanya oknum ASN yang tidak netral dan perlu dicopot sebagai Pj Walikota Pagar Alam. Karena diduga ia sudah tidak netral karena sudah mengarahkan ke satu pasangan calon. Kita khawatir, kalau tidak ada tindakan kami akan demo di Pemkot Pagar Alam," tandasnya.

Sementara menyikapi hal tersebut, Sekda Sumsel Edward Candra mengaku belum mengetahui adanya dugaan ketidaknetralan Pj Walikota Pagar Alam itu. 

"Belum ada laporan secara resmi, " singkat Edwar melalui pesan whatsapp. 

Terpisah Pj Walikota Pagar Alam Nelson Firdaus tak membantah ajakan memilih tersebut, namun hal itu bukan kapasitasnya sebagai Pj Walikota untuk diteruskan ke masyarakat luas, melainkan hanya keluarganya saja. 

"Ini konsumsi keluarga di group WA keluarga, dan untuk keluarga. Tetapi di dalam keluarga ada saja (nyebarkan), yang kita tidak tahu tujuannya. Dan pastinya itu untuk keluarga dekat saja, seperti ipar, dan bagi aku itu keluarga dan bukan untuk di masyarakat Pagar Alam, " tandasnya. 

Ditambahkan Nelson, ia juga akan menjelaskan ke pimpinannya (Gubernur/Sekda) jika memang nanti diminta keterangan. 

"Tidak apa- apa, nanti aku jelaskan juga, karena itu konsumsi pribadi dan untuk keluarga. Jadi, itu dikonsumsi keluarga pribadi mungkin di keluarga itu ada yang keluar, dan screenshot nya sendiri bisa dilihat itu dipotong, di group apa tidak ada, " pungkasnya. 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved